Jelajahi BDT NEWS

Warga Singapura Antre Masker Gratis, Udara Buruk Imbas Karhutla RI

Kualitas udara di Singapura memburuk sepanjang malam hingga Jumat (16/10/2026) imbas karhutla di RI. Warga sampai antre untuk mendapatkan masker gratis.

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
4 menit baca 0

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya,

Jakarta -

Kualitas udara di Singapura memburuk sepanjang malam hingga Jumat (16/10/2026). Indeks Standar Polutan (Pollutant Standards Index/PSI) selama 24 jam di tiga daerah mencapai kategori sangat tidak sehat.

"Saya hanya menggunakan masker kadaluarsa saya (yang saya dapatkan selama COVID-19) karena lebih baik daripada tidak sama sekali... Saya akan naik kereta ke Toa Payoh dan melihat apakah saya bisa sampai di sana."

Konsentrasi PM2.5 per jam di daerah tengah dan barat juga berada pada kategori tinggi, masing-masing sebesar 164 dan 158. Sementara itu, pembacaan di daerah lainnya meningkat dengan kisaran 96 hingga 141.

Di sisi lain, Pemerintah Singapura mendistribusikan masker N95 secara bertahap melalui sejumlah titik pengambilan, termasuk mesin penjual otomatis di 37 titik transportasi umum dan kantor layanan sosial.

Meski sejumlah titik mengalami kendala, pembagian masker berjalan lancar di lokasi lain. Di Cheng San Community Club, Ang Mo Kio, penduduk hanya perlu menunggu kurang dari dua menit untuk mendapatkan masker saat CNA berkunjung sekitar pukul 11.30.

Jenny Tan, pensiunan berusia 72 tahun yang mengambil masker untuk dirinya dan suaminya, mengaku prosesnya berlangsung mudah.

John Teo, penduduk berusia 65 tahun yang kandas mendapatkan masker di lokasi tersebut, mengaku bingung dengan info yang beredar terkait pembagian masker.

Berdasarkan panduan distribusi, orang dengan kondisi medis tertentu seperti asma, ibunda hamil, serta anak berusia 7-16 tahun hanya bisa mengambil masker di pusat komunitas. Namun, tidak semua penduduk mengetahui ketentuan tersebut.

"Saya sudah cukup bingung dengan info berbeda-beda di internet terkait pengambilan masker, seperti siapa yang berwenang mendapatkannya dan kapan pembagian dimulai," ujarnya.

"Saya tinggal berjalan ke loket dan mendapatkan masker setelah kawan saya menyuruh saya datang ke sini. Maskernya lebih dari cukup karena kami berdua sebisa mungkin tetap di rumah untuk menghindari kabut asap," ujarnya.

"Saya pikir mereka akan menyiapkan lebih banyak, mengingat pengambilan masker dijadwalkan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 18.00," ujar asisten klinik paruh waktu tersebut kepada CNA.

Sementara itu, PSI di daerah timur dan barat masing-masing mencapai 202 dan 201, yang juga masuk kategori sangat tidak sehat. Dua daerah lainnya mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat, yakni daerah utara dengan PSI 150 dan daerah selatan dengan PSI 183.

"Tentu saja, mesin-mesin tersebut membutuhkan waktu untuk menjangkau seluruh wilayah. Karena itu, kami meminta masyarakat Singapura untuk bersabar. Kami akan secepat mungkin menyalurkan semua masker ke setiap bagian negara," ujarnya.

Nancy Lim, penduduk berusia 64 tahun, menjadi salah satu yang mengalami kendala saat hendak mengambil masker N95 di Bishan Community Centre pada Kamis (15/10). Ia mendapati stok masker telah lenyap meski sudah menelepon terlebih dulu untuk memastikan ketersediaannya.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu sebelumnya mengatakan pemerintah bekerja sama dengan bermacam-macam pihak untuk memperluas distribusi masker ke seluruh wilayah.

PSI 24 jam di daerah tengah Singapura memasuki kategori sangat tidak sehat pada tengah malam dan mencapai 227 pada pukul 09.00 waktu setempat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini. Pada pukul 10.00, nilainya sedikit turun menjadi 226.

(suc/kna)

Lim akhirnya sukses mendapatkan masker sekitar setengah jam kemudian, setelah petugas membawa persediaan baru ke lokasi. Selain stok yang habis, kendala teknis dan kebingungan terkait prosedur pengambilan juga ditemukan di sejumlah lokasi.

Kendala serupa terjadi di Clementi Bus Interchange. Antrean panjang terbentuk saat petugas mengisi kembali mesin penjual masker otomatis. Sejumlah penduduk mengeluhkan tidak adanya saluran telepon dukungan atau petugas yang bisa dimintai dukungan ketika mengalami masalah.

Di Bishan Community Centre, lebih dari 30 penduduk lanjut usia juga sempat tidak bisa mendapatkan masker setelah stok ukuran dewasa habis. Situs HazeMaskGoWhere masih menunjukkan masker tersedia di lokasi tersebut meski persediaannya sudah habis. Petugas baru mengisi kembali stok sekitar setengah jam kemudian.

Kondisi tersebut terjadi di tengah kabut asap yang berdampak pada Singapura. Sejumlah penduduk pun mengalami kesulitan mendapatkan masker N95 yang dibagikan pemerintah. Di beberapa titik, stok masker habis, mesin penjual otomatis mengalami kendala, dan penduduk harus mengantre panjang.

Di Ang Mo Kio Bus Interchange, petugas harus membubarkan kerumunan penduduk lanjut usia setelah salah satu mesin kehabisan masker. Mesin lainnya masih mempunyai stok, tetapi tidak bisa dioperasikan karena masalah pasokan listrik.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK