Seperti yang kami sampaikan sebelumnya,
Fenomena El Nino berpotensi membuat sejumlah wilayah Indonesia mengalami kondisi yang lebih kering dan meningkatkan akibat cuaca panas. Di tengah teriknya matahari, kesehatan kulit menjadi salah satu perihal yang perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Namun, dr Sari mengatakan bahwa pada sebagian orang, mereka memiliki kulit yang lebih sensitif terhadap panas. Biasanya akan muncul kemerahan dan kering, sehingga butuh tambahan produk lain.
Cuaca panas, lanjut dr Sari juga patut diwaspadai oleh mereka yang kulitnya oily atau berminyak. Hal ini membuat pelembap dengan kandungan tertentu juga perlu diperhatikan.
"Jadi penggunaan pelembap yang ada kandungan untuk anti-kemerahannya atau iritasinya itu menjadi sangat bermanfaat," katanya.
"Penggunaan pelembap dengan kandungan niacinamide untuk mengontrol sebum itu juga bermanfaat," tutupnya.
"Penggunaan sunscreen itu sebetulnya sih rekomendasi re-apply itu tergantung paparan matahari. Tapi memang untuk kulit orang Indonesia, kira-kira per empat jam," sambungnya.
Salah satu produk yang biasanya diwajibkan untuk dipakai guna menghadapi terik matahari ialah sunscreen atau tabir surya. Tapi, apakah ini saja cukup untuk menjaga kesehatan kulit?
"Di musim tandus El Nino itu yang pertama penggunaan sunscreen, itu jangan sampai terlupa," kata dr Sari saat ditemui BeritaDuniaTerbaru.com di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026).
(dpy/suc)
Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr Sari Chairunnisa, SpDVE, FINSDV mengatakan tabir surya memang menjadi produk wajib yang harus dipakai untuk menjaga kulit dari panas.