Jelajahi BDT NEWS

Ribuan Titik Panas Kepung Sumatera, Kampar Jadi Penyumbang Tunggal di Riau

PEKANBARU - Kemunculan kabut asap tipis yang sempat membuat udara kabur dan menurunkan jarak pandang di sebagian wilayah Provinsi Riau pada pagi hari, ternyata beririsan dengan temuan sensor satelit. Ribuan titik panas atau hotspot terpantau menyala dan mengepung daratan...

goriau.com (Sumber) via GoRiau Berita • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 2 minggu yang lalu
2 menit baca 0

Ribuan Titik Panas Kepung Sumatera, Kampar Jadi Satu-satunya Penyumbang di Riau

Ribuan Titik Panas Kepung Sumatera, Kampar Jadi Satu-satunya Penyumbang di Riau

Kabut asap. (Ilustrasi: Hermanto Ansam/Goriau.com/Gemini AI)

PEKANBARU - Kabut asap tipis sempat membuat udara terlihat kabur dan menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Jumat pagi. Kondisi itu beriringan dengan temuan sensor satelit yang mendeteksi ribuan titik panas di daratan Sumatera.

Meski curah hujan mulai turun di sejumlah daerah, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai. Pemantauan hingga menjelang tengah malam menunjukkan adanya indikasi suhu permukaan tinggi di Riau.

“Pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat enam titik panas di Provinsi Riau. Seluruh titik tersebut terpusat di Kabupaten Kampar,” kata Forecaster On Duty BMKG, Deby C, Jumat (2/10/2026).

Sumatera Selatan Terbanyak

Ancaman karhutla terlihat lebih besar jika mengacu pada rekapitulasi data seluruh Pulau Sumatera. Total titik panas tercatat mencapai 3.428 titik yang tersebar di sejumlah provinsi.

Berikut sebaran titik panas di Pulau Sumatera:

  • Sumatera Selatan: 2.757 titik
  • Lampung: 406 titik
  • Bangka Belitung: 208 titik
  • Sumatera Barat: 20 titik
  • Aceh: 13 titik
  • Jambi: 10 titik
  • Bengkulu: 7 titik
  • Riau: 6 titik
  • Sumatera Utara: 1 titik

Hotspot Bukan Otomatis Titik Api

BMKG menjelaskan, hotspot merupakan indikator suhu permukaan atau anomali panas yang terdeteksi satelit. Data tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya sumber api terbuka atau luas lahan yang terbakar.

Meski demikian, perubahan jumlah titik panas dapat berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara di wilayah sekitarnya. Tingkat paparan asap dan jarak pandang masyarakat dipengaruhi arah angin serta dinamika atmosfer harian di wilayah setempat.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK