Jelajahi BDT NEWS

Media Asing Soroti IHSG Indonesia Anjlok 8 Persen

Sejumlah media asing menyoroti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia anjlok 469,86 poin atau 8 persen pada pembukaan perdagangan.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Internasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

Dalam perkembangan terbaru yang kami liput,

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --

Di paragraf pertama, Nikkei Asia menuliskan saham-saham Indonesia ambruk usai perusahaan jasa keuangan dunia Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumungkan sedang mempertimbangkan untuk menurunkan peringkat indeks Indonesia dari pasar negara berkembang jadi pasar berdikari (standoenline market).

Media Malaysia The Star juga memberitakan perihal serupa. Mereka menulis titel "Jakarta stocks plunge 11% as MSCI set to drop Indonesia from indexes (Saham Jakarta ambruk 11 persen buntut MSCI mau depak RI dari indeks).

Selain Nikkei Asia, media yang berbasis di Inggris Financial Times (FT) juga menulis laporan serupa. Mereka merilis titel tulisan "Indonesia stock plunge after MSCI says market could be cut from indices (Saham Indonesia ambruk usai MSCI sebut pasar saham Indonesia berpotensi tereliminasi dari indeks)."

Media yang berbasis di Jepang Nikkei Asia merilis laporan berjudul "Indonesia stocks plunge after MSCI signals possible downgrade in status (Saham Indonesia ambruk usai MSCI beri isyarat RI kemungkinan turun peringkat)."

Status berdikari bermanfaat suatu negara tak memenuhi standar yang diperlukan untuk dimasukkan ke dalam salah satu dari tiga tingkatan pasar utama MSCI ialah negara maju, negara berkembang, atau negara perbatasan.

Media tersebut juga menggambarkan langkah MSCI jadi tanda kemunduran di tengah upaya Indonesia mempertahankan status sebagai pasar negara berkembang.

Sejumlah media asing menyoroti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia ambruk 469,86 poin atau 8 persen pada pembukaan perdagangan.

"MSCI menganggap klasifiikasi Indonesia sebagai Pasar Bekembang yang berkepanjangan sudah tak lagi tepat dan meluncurkan konsultasi mengenai proposal untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri," demikian pernyataan MSCI yang dikutip Nikkei Asia.

MSCI sebetulnya sudah mewanti-wanti bisa menurunkan peringkat Indonesia dari pasar berkembang. Penyedia indeks dunia itu resah soal transparansi pasar yang minim, konsentrasi kepemilikan saham, dan perdagangan orang dalam. Indonesia adalah pasar saham dengan kemampuan terburuk tahun ini.

[Gambas:Video CNN]

Hanya sejumlah ringkas negara termasuk Argentina, yang masuk dalam kategori berdiri sendiri. Namun, ada juga negara-negara seperti Iran dan Irak yang tak tecakup indeks MSCI.

(isa/bac)

Nantikan update terbaru dari tim kami.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK