Dalam perkembangan terbaru yang kami liput,
Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --
Kunjungan Xi itu berlangsung ketika China berusaha memperkuat posisinya di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dengan Israel melawan Iran.
Dalam pembicaraan dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, kedua pemimpin juga mendorong "solusi diplomatik" untuk mengakhiri perang.
Kementerian Luar Negeri China menyampaikan pertemuan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Jumat (16/10).
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, memperingatkan Israel menghentikan pembangunan pemukiman "secara paksa" di Tepi Barat.
Pada Maret, China turut mengecam serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran serta mendesak penghentian serangan segera.
Desakan Beijing terhadap Israel muncul di tengah upaya China memperluas pengaruh diplomatiknya di Timur Tengah.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, bahwa serangan terhadap Iran terjadi ketika perundingan antara Washington dan Teheran telah menunjukkan "kemajuan signifikan", termasuk dalam pembahasan kekhawatiran keamanan Israel. Pernyataan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri China setelah perang pecah.
Pada 2021, China dan Iran menandatangani "perjanjian kemitraan strategis komprehensif" selama 25 tahun.
Wang menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri Konferensi tentang Interaksi dan Langkah-Langkah Pembangunan Kepercayaan di Asia (CICA) ke-7 di Baku, Azerbaijan. Ia datang sebagai utusan khusus Presiden China, Xi Jinping, menurut kantor buletin pemerintah China, Xinhua.
Juru bicara kepresidenan Mesir menyatakan keduanya menyerukan tercapainya "kesepakatan komprehensif" melalui jalur diplomasi.
Pada September, Xi mengunjungi Kairo dan menyerukan negara-negara di area tersebut untuk menentang kombinasi tangan eksternal serta mempertimbangkan pembentukan kembali tatanan keamanan regional.
(mge/bac)
Pada saat yang sama, China juga terus membangun hubungan dengan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Beijing juga mempertahankan hubungan perdagangan yang krusial dengan AS dan Israel.
Wang menegaskan China memandang persoalan Palestina sebagai salah satu ketidakadilan historis terbesar pada abad ini.
Di sisi lain, China mempunyai hubungan ekonomi yang erat dengan Iran. Komisi Peninjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China menyebut Beijing sebagai mitra jual beli utama Teheran dan memperkirakan China membeli hingga 90 persen minyak Iran.
Al Jazeera melaporkan bahwa Wang menekankan "solusi dua negara" sebagai jalan yang tepat untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Wang mengatakan China siap bekerja sama dengan organisasi internasional untuk mendorong semua pihak kembali ke meja perundingan sesegera mungkin. Ia berkeinginan perbincangan tersebut dapat membuka jalan menuju penyelesaian politik atas konflik yang berlangsung.
Selain itu, Wang mendesak pembukaan akses penuh ke Jalur Gaza sebagai prioritas utama. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah musibah kemanusiaan semakin meluas di wilayah Palestina itu.
Desakan itu disampaikan Wang kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, dalam pertemuan di Azerbaijan.