Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com -- Presiden Ketujuh RI Joko Widodo menyayangkan maraknya polemik ijazah yang dihadapi anaknya, Gibran Rakabuming Raka. Dia menilai issue tersebut merupakan operasi politik yang sengaja ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu.
"Kan sudah saya sampaikan sejak awal ini ada operasi politik kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi ramai lagi," kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10).
Menurut Jokowi, polemik ijazah tersebut sengaja dilontarkan untuk merusak reputasi baik dirinya maupun Gibran yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden.
"Sekali lagi, ini operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang," kata Jokowi.
Saat ditanyakan apakah serangan tersebut menyasar dirinya atau Gibran, Jokowi enggan membedakannya. "Ya dua-duanya bisa," kata dia.
Meski demikian, Jokowi mengklaim dirinya tidak terlalu mempersoalkan berbagai tudingan yang dialamatkan kepada keluarganya. "Buat saya ya biasa saja," kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi juga menanggapi sikap Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Golkar yang belum menyatakan dukungan secara terang-terangan bagi Gibran sebagai bakal capres-cawapres pada Pemilu 2029. Ketiga partai tersebut diketahui telah memastikan dukungan untuk Prabowo Subianto menjalani dua periode presidencyal.
Jokowi menegaskan setiap partai memiliki hak untuk menentukan sikap dukungan masing-masing dalam setiap kontestasi politik. "Harus kita hormati karena itu adalah hak konstitusional setiap partai dan kita tidak mau mencampuri urusan internal partai," kata dia.
(tim/dal)