Jelajahi BDT NEWS

Asap Karhutla Tebal, Singapura Kini Tak Terlihat dari Batam

Kabut asap dari Karhutla di Sumatera dan Kalimantan menutupi Singapura, mengganggu aktivitas warga Batam dan menurunkan jumlah pengunjung ke pantai.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Nasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 53 menit yang lalu
2 menit baca 0

Batam, BeritaDuniaTerbaru.com -- Kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatra dan Kalimantan menyelimuti Batam, Kepulauan Riau (Kepri), hingga menutup pandangan menuju negara tetangga Singapura.

Pantauan pada Jumat siang (16/10) menyebutkan, gedung-gedung pencakar langit Negeri Singa Laut yang biasanya terlihat jelas dengan mata telanjang dari kawasan Sekupang dan Belakang Padang, tidak lagi tampak dalam tiga hari terakhir.

"Dari rabu kemarin, sudah tidak terlihat lagi Singapura dari Batam," kata salah satu warga Batam bernama Eko saat ditemui Kamis (15/10).

Eko mengungkapkan, asap pekat yang terjadi sejak Rabu (14/10) hingga Kamis kemarin juga mengganggu aktivitas dan kesehatan warga di sekitar pesisir.

Warga yang biasa berjualan di pinggir laut kawasan Sekupang dengan panorama Singapura mengaku sangat terdampak. Menurut Eko, pengunjung yang biasanya ramai pada sore hari kini telah lenyap.

"Tidak jualan lagi, akibat sepi pengunjung ke pantai," katanya.

Pendapat serupa disampaikan warga bernama Joni yang tinggal tidak jauh dari lokasi pantai. Dia menyebutkan, kabut asap yang menutupi Singapura menyebabkan jumlah pengunjung pantai semakin menipis.

"Sudah tidak ada pengunjung lagi, akibat Singapura tertutup kabut asap," ucap Joni.

Dia berharap kabut asap segera terbawa angin dan hilang sehingga Singapura bisa terlihat kembali dari Batam.

"Semoga kabut asapnya terbawa angin dan hilang lah bang, biar jelas lagi Singapura bisa terlihat," katanya.

Selain Singapura yang tidak terlihat, kawasan ikonik Welcome To Batam di Batam Center juga tertutup kabut asap. Kondisi itu membuat pedagang kuliner tampak sepi, padahal sebelumnya kawasan tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan dari Malaysia dan Singapura.

"Sepi pengunjung, akibat kabut asap. Biasanya, ramai yang datang," kata Santi, pedagang minuman di kawasan itu, Kamis kemarin.

Terpisah, Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Khusus Batam Yuzirwan Nasution mengatakan, kabut asap di wilayah Batam belum berdampak pada operasional pelayaran, termasuk feri ke dan dari Singapura serta Malaysia.

"Untuk pelayaran internasional, terutama kapal-kapal feri ya, sejauh ini terkait dengan kabut asap yang ada, belum ada laporan bahwa itu mengganggu pelayaran," katanya.

Meski begitu, KSOP Batam meminta perusahaan pelayaran, perusahaan keagenan kapal, dan operator kapal selalu waspada saat berlayar di tengah kondisi kabut asap.

"Kita tetap imbau kepada seluruh operator kapal, pengguna jasa maritim, dan owner kapal tetap berhati-hati," katanya.

Yuzirwan menambahkan, jarak pandang dari Batam ke Singapura memang terganggu. Namun, visibility antarkapal di laut masih memungkinkan, dan alat navigasi seperti radar juga diaktifkan untuk memantau kapal-kapal di sekitarnya.

(arp/kid)

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK