Jelajahi BDT NEWS

Bahlil Minta Kapolri Sikat Oknum Borong BBM Subsidi Pakai Tangki Modifikasi

Bahlil mengakui antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU di beberapa daerah, meski stok BBM disebut mencukupi.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
3 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meminta aparat penegak hukum menindak tegas oknum yang membeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar menggunakan tangki modifikasi. Ia menegaskan, BBM bersubsidi merupakan dukungan dana negara yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Bahlil mengakui antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU di beberapa daerah, meskipun stok BBM disebut mencukupi. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan praktik penyalahgunaan oleh pihak yang menggunakan tangki modifikasi untuk memborong BBM bersubsidi.

"Ada saudara-saudara kita yang perilakunya tidak berubah, yang mengantre mobil Pajero atau mobil yang diisi tangkinya banyak, mengambil minyak subsidi lalu dijual kembali," tutur Bahlil di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Melihat pelanggaran tersebut, Bahlil meminta dukungan dari aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan serius, termasuk melalui Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Ia menilai pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna tangki modifikasi cukup serius karena ada niat sengaja mengumpulkan BBM subsidi untuk dijual kembali.

"Saya minta tolong kepada Pak Kapolri, 'Pak, kalau begini ditindak saja, diproses hukum.' Masa minyak BBM solar subsidi ditampung, kemudian dijual lagi dengan harga industri, itu kan subsidinya ditanggung oleh negara," katanya.

Ketika ditanya kemungkinan pelanggaran serupa pada antrean BBM di Bali, Bahlil enggan terlalu cepat berasumsi. "Saya tidak mau mendahului, itu nanti detailnya nanti aparat penegak hukum," ucap dia.

Contoh Pelanggaran di Makassar

Bahlil mengungkap contoh pelanggaran pembelian BBM di Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Temuannya, ada mobil dengan kapasitas tangki yang dimodifikasi untuk mampu menampung 700 hingga 1.000 liter BBM.

"Di Makassar itu contoh, mobil-mobil bagus, Pajero, tapi mereka membikin tangki di belakang sampai menampung 700 liter sampai 1.000 liter. Itu artinya mereka menampung kemudian dijual lagi," jelas dia.

"Kalau begini, pasalnya sudah jelas, aparat penegak hukum yang mengerti pasalnya," imbuh Bahlil.

Stok BBM Dijamin Aman

Sebelumnya, Bahlil memastikan stok BBM cukup untuk merespons antrean panjang di SPBU beberapa daerah. Ia mengaku telah mendapat laporan dari PT Pertamina (Persero) mengenai kondisi stok di berbagai SPBU.

"Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina. Secara stok nasional, BBM itu di 16-18 hari, jadi stok BBM nasional insyaallah aman," kata Bahlil.

Ada Kendala Distribusi

Bahlil menjelaskan, antrean panjang di Bali disebabkan oleh terhambatnya distribusi BBM dari wilayah lain. Untuk itu, ia meminta Pertamina menambah kapal angkut BBM ke Bali guna menjamin stok di daerah tersebut.

"Yang Pertamina laporkan ke saya adalah distribusi dari daerah Jawa Timur ke Bali dan beberapa tempat yang terkait dengan kapal. Saya tadi memerintahkan mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah," jelas Bahlil.

PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM di Bali melalui penambahan suplai, optimalisasi armada mobil tangki, serta pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam. Berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif dengan kondisi layanan di sejumlah SPBU berangsur kondusif.

Dari sisi pasokan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 14 hingga 17 Oktober 2026.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK