Jelajahi BDT NEWS

Waspada Situs Scam Pre-order iPhone Bisa Curi Data

Situs penipuan pre-order iPhone Duo bisa mencuri data pengguna dengan iming-iming diskon. Pengguna diimbau untuk tidak terkecoh.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Teknologi • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 2 minggu yang lalu
3 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --

Situs penipuan berkedok pre-order iPhone Duo menyasar pengguna iPhone yang antusias terhadap ponsel lipat pertama Apple. Dengan menawarkan potongan harga US$500, situs tersebut berpotensi mencuri data pribadi hingga informasi dompet kripto ketika korban mengaksesnya.

Penipuan itu ditemukan peneliti keamanan Malwarebytes. Situs tersebut menawarkan pemesanan awal iPhone Duo, meski Apple menyatakan pre-order baru dibuka pada 16 Oktober dan penjualan di toko dimulai pada 23 Oktober.

Dikutip dari CNET, situs palsu itu memanfaatkan rangkaian eksploitasi celah keamanan bernama DarkSword untuk menyerang iPhone yang belum mendapat pembaruan keamanan. Korban bahkan tidak perlu mengeklik tombol atau memasukkan informasi apa pun agar perangkatnya berisiko disusupi.

Malwarebytes menyatakan serangan tersebut menyasar iPhone yang menjalankan iOS 18.4 hingga iOS 18.6.2. Peneliti tidak menemukan entri untuk iPad maupun Mac dalam kode eksploitasi yang digunakan.

Halaman penipuan itu dirancang menyerupai situs Apple, lengkap dengan logo, jenis huruf, dan gaya bahasa yang digunakan. Situs tersebut juga tidak memuat kesalahan ejaan atau tanda baca yang biasanya menjadi petunjuk penipuan.

Pelaku bahkan mencantumkan keterangan hak cipta Apple di bagian bawah halaman. Namun, Malwarebytes menemukan tautan privasi, ketentuan, dan kebijakan penjualan di situs tersebut tidak mengarah ke halaman mana pun.

Tombol bertuliskan "Claim $500 Voucher" pada situs itu mengarahkan pengunjung ke formulir pemesanan. Sejumlah kejanggalan pada formulir tersebut dapat menjadi indikasi penipuan.

Salah satunya, pilihan warna yang tersedia mencantumkan natural titanium. Padahal, iPhone Duo hanya tersedia dalam warna star white dan night sky.

Formulir itu juga menawarkan ukuran 6,3 inci dan 6,9 inci. Keduanya tidak sesuai dengan ukuran iPhone Duo, yakni 7,6 inci saat dibuka dan 5,4 inci ketika dilipat.

Pengunjung yang mengisi dan mengirim formulir akan menerima pesan "Pre-Order Successful". Namun, menurut Malwarebytes, pencurian data telah dimulai sebelum korban mencapai tahap tersebut.

Eksploitasi DarkSword dimulai ketika halaman berbahaya dimuat di peramban. Jika berhasil melewati perlindungan keamanan iPhone, kode berbahaya akan mulai mengambil data dari perangkat.

Data yang menjadi sasaran meliputi kata sandi, pesan, riwayat panggilan, kontak, pesan suara, email, foto, informasi aplikasi, data dompet kripto, hingga catatan di Apple Notes.

Jika pengunjung menggunakan peramban selain Safari, situs tersebut akan menampilkan halaman "Browser Restricted" yang mengarahkan korban untuk membuka Safari. Peramban bawaan perangkat Apple itu digunakan DarkSword sebagai jalur untuk menyusup.

Langkah jika telanjur membuka situs

Pengguna yang telanjur mengakses situs tersebut disarankan segera memperbarui iPhone, kemudian memulai ulang perangkat. Menurut Malwarebytes, kode pencuri data tidak kembali berjalan setelah ponsel dinyalakan ulang.

Namun, langkah tersebut tidak dapat mengembalikan data yang sudah dicuri sebelum perangkat dimulai ulang.

Malwarebytes juga menyarankan pengguna mengganti kata sandi yang berpotensi terpapar melalui perangkat tepercaya. Prioritaskan akun email, akun Apple, perbankan, kripto, serta layanan keuangan lainnya, kemudian aktifkan autentikasi dua faktor.

Jika terdapat dompet kripto pada iPhone yang terdampak, Malwarebytes menyarankan pengguna membuat dompet baru dengan frasa pemulihan baru dan memindahkan dana ke dompet tersebut. Sementara itu, pemilik akun bursa kripto diminta segera mengamankan akun dan menghubungi penyedia layanan.

(lom)

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK