Toyota merupakan merek mobil baru yang paling banyak diminati masyarakat Australia. Namun, popularitas tersebut juga menjadikan Toyota sebagai merek mobil yang paling banyak dicuri di negara bagian Victoria.
Berdasarkan data Crime Statistics Agency (CSA), enam model Toyota masuk dalam 10 besar mobil yang paling banyak dicuri pada periode Maret 2025 hingga Maret 2026.
Toyota Corolla menempati posisi teratas dengan 1.244 kasus pencurian yang dilaporkan. Posisi kedua ditempati Holden Commodore dengan 1.183 kasus.
Toyota HiLux menjadi model yang paling banyak dicuri ketiga di Victoria dengan 1.165 kasus, disusul Toyota RAV4 sebanyak 895 kasus, Toyota LandCruiser 885 kasus, Toyota Camry 554 kasus, dan Toyota Prado 496 kasus.
Lonjakan pencurian tersebut mendorong Toyota menghadirkan sejumlah perangkat antipencurian yang didukung langsung oleh pabrikan, termasuk kunci tambahan untuk setir yang dijual mulai dari 200 dolar Australia.
Toyota juga menawarkan immobiliser atau sistem pengunci mesin tambahan untuk SUV Prado dan LandCruiser 300 Series. Biaya pemasangannya mencapai 1.735 dolar Australia atau sekitar Rp21,6 juta.
Hingga September 2026, immobiliser mesin tersebut belum tersedia untuk model Toyota lama lain yang menjadi sasaran pencurian, seperti HiLux dan RAV4.
“Immobiliser tambahan yang disetujui pabrikan untuk jajaran model Toyota yang lebih luas saat ini masih dalam tahap kajian,” kata Toyota Australia dalam sebuah pernyataan.
Pada Januari 2026, merek dengan penjualan tertinggi di Australia tersebut menyatakan telah menerapkan fitur keamanan yang ditingkatkan pada model HiLux, LandCruiser, dan Prado baru pada 2025. Namun, Toyota tidak menjelaskan perubahan yang dilakukan pada tahap produksi.
Pelaku pencurian menggunakan perangkat elektronik kompleks untuk mengakses Controller Area Network (CAN) pada kendaraan Toyota. Perangkat tersebut digunakan untuk menonaktifkan fitur pelacakan bawaan, membuka pintu, dan menyalakan mesin.
Pelaku juga disebut menggunakan perangkat untuk menggandakan kunci dalam melakukan pencurian kendaraan.
Informasi dari Victoria Police mengungkapkan bahwa polisi menyita 800 perangkat pengganda kunci dari “pencuri mobil yang kerap melakukan aksinya” di negara bagian tersebut.
Selain sejumlah model Toyota, Nissan Navara dengan 461 kasus, Ford Falcon sebanyak 414 kasus, dan Nissan Patrol dengan 399 kasus juga menjadi sasaran pencurian dalam jumlah cukup tinggi, berdasarkan data CSA.
Kasus pencurian kendaraan di Victoria turun 5,2 persen. Sebanyak 26.972 kendaraan dilaporkan dicuri dalam periode satu tahun yang berakhir pada Juni 2026.