Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com -- Toyota Australia sepakat membayar uang damai sebanyak A$750 juta atau setara Rp9,36 triliun untuk menyelesaikan dua gugatan kelompok (class action) yang melibatkan lebih dari 264 ribu unit kendaraan bermesin diesel turbo di negara tersebut.
Vehikel yang masuk dalam perkara ini meliputi Hilux, LandCruiser Prado, dan Fortuner yang dipasangi sistem filter partikel diesel (DPF) dalam periode Oktober 2015 hingga April 2020. Seluruh unit menggunakan mesin 2GD-FTV 2.4 liter dan 1GD-FTV 2.8 liter bertipe empat silinder turbo.
Kesepakatan tersebut masih harus mendapat persetujuan dari Pengadilan Federal Australia. Sidang untuk mengesahkan arrangement dijadwalkan berlangsung pada 20 November mendatang.
Dampak Cacat DPF
Gugatan diajukan karena sistem DPF yang dipasang pada kendaraan tersebut disebut tidak dirancang untuk bekerja optimal dalam seluruh kondisi berkendara yang wajar di Australia. Akibatnya, filter bisa tersumbat dan memicu asap putih berlebih dari knalpot, bau tidak sedap, hingga peningkatan konsumsi bahan bakar. Pemilik juga menyebut harus mengeluarkan biaya servis dan perbaikan tambahan.
Perjalanan Hukum Sejak 2019
Gugatan pertama terhadap Toyota diajukan sejak 2019. Penggugat menuding pabrikan melakukan tindakan menyesatkan dalam pemasaran dan penjualan kendaraan terkait.
Pada April 2022, Pengadilan Federal澳大利亚 memutuskan bahwa kendaraan terdampak tidak memenuhi standar kualitas yang layak sebagaimana diatur dalam Australian Consumer Law. Pengadilan saat itu menghitung penurunan nilai akibat cacat sebesar 17,5 persen dari rata-rata harga eceran, yang berpotensi mengharuskan Toyota membayar kompensasi lebih dari A$2,0 miliar atau sekitar Rp24,95 triliun.
Toyota kemudian mengajukan banding. Pada Maret 2023, pengadilan tingkat banding memangkas prosentase penurunan nilai tersebut menjadi 10 persen. Namun, Mahkamah Agung Australia membatalkan keputusan itu pada November 2024, dan mengembalikan perkara ke Pengadilan Federal untuk menghitung ulang kompensasi dengan memperhitungkan adanya perbaikan yang telah dilakukan.
Perbaikan sendiri sudah dilakukan Toyota berupa penyematan sakelar regenerasi DPF manual sejak Juni 2018, kemudian dilanjutkan dengan perangkat keras knalpot dan perangkat lunak baru pada Mei 2020. Menurut Toyota, seluruh perbaikan itu tetap diberikan secara gratis kepada konsumen terdampak.
Dua Gugatan Terpisah
Kesepakatan terbaru mencakup dua gugatan sekaligus, yakni gugatan awal yang dikenal sebagai gugatan Williams serta gugatan Taylor yang diajukan pada Juli 2025. Gugatan Taylor sendiri menyasar pembeli yang memperoleh unit terdampak secara pribadi dari pemilik pertama antara April 2020 hingga Juli 2025 dan hingga kini masih mempertahankannya.
Pemilik kendaraan yang ingin mengetahui kelayakan menerima kompensasi dapat menghubungi kuasa hukum gugatan kelompok masing-masing untuk pendataan lebih lanjut.
Dampak Finansial
Menurut laporan GoAuto, nilai kesepakatan ini nyaris menyentuh dua kali lipat laba bersih setelah pajak Toyota Australia untuk tahun buku berakhir 31 Maret 2026, yang mencatat rekor sebesar A$380 juta atau sekitar Rp4,74 triliun.
Perlu dicatat, keluarga mesin 1GD-FTV 2.8 liter hingga kini masih digunakan pada lineup diesel Toyota, termasuk Hilux dan Prado generasi terbaru. Namun, perubahan rekayasa setelah permasalahan ini disebut telah mengatasi cacat DPF yang jadi pokok perkara.
Penjualan Fortuner sendiri sudah dihentikan Toyota di Australia sejak akhir 2025, meski unit masih mungkin tersedia di stok dealer.
Permintaan Maaf Toyota
Toyota Australia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh konsumen atas ketidaknyamanan yang timbul akibat permasalahan tersebut.
"Kami tetap berkomitmen membantu setiap konsumen yang terdampak dan menyediakan perbaikan tanpa biaya yang telah tersedia sejak 2020," tutur juru bicara Toyota Australia, Kamis (15/10), seperti dilaporkan GoAuto.
"Kepercayaan konsumen telah menjadi inti Toyota Australia selama lebih dari 70 tahun, dan kami tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang sudah semestinya," lanjut pernyataan tersebut.