BeritaDuniaTerbaru.com, Bali - Dua kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) bersandar di Bali untuk menambah stok Pertalite di Pulau Dewata. Kapal MT Pangkalan Brandan merapat di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite, sementara MT Asian Rigel bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran dengan muatan 4 juta liter Pertalite. Totalnya, kedua kapal tersebut membawa 20 juta liter Pertalite.
Kedatangan dua kapal ini merupakan bagian dari upaya PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dalam mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Perusahaan memperkuat pasokan, menambah jam operasional SPBU, serta meningkatkan kesiapan armada dan personel demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekaligus mengurai antrean di sejumlah wilayah.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa penguatan pasokan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi masyarakat serta permintaan yang belum terpenuhi sebelumnya.
Menurut Ahad, rata-rata konsumsi harian Pertalite di Bali mencapai sekitar 2,2 juta liter yang dipasok melalui IT Manggis dan FT Sanggaran. Namun dalam tiga hari terakhir, yakni 13 hingga 15 Oktober, rata-rata penyaluran Pertalite ke SPBU telah mencapai sekitar 3 juta liter per hari. Penyaluran di atas rata-rata konsumsi harian ini dilakukan untuk memenuhi permintaan masyarakat yang sebelumnya belum terlayani ketika stok di SPBU sempat habis.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga menargetkan penambahan stok Pertalite hingga 48 juta liter pada 17 Oktober 2026. Jumlah itu ditargetkan setara dengan sekitar dua minggu ketersediaan dalam kondisi aman, sehingga dapat memperkuat ketahanan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dari sisi pelayanan, sebanyak 66 SPBU disiapkan beroperasi selama 24 jam, terdiri atas 42 SPBU di Kota Denpasar dan 24 SPBU di Kabupaten Badung. Penambahan jam operasional ini diharapkan mendukung pengelolaan antrean di SPBU.