Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mempertegas perannya dalam mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi dalam forum internasional The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC).
Forum tersebut mempertemukan regulator, nazhir, akademisi, serta pelaku industri keuangan syariah dalam satu平台 untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas pemanfaatan wakaf secara produktif serta berkelanjutan.
Pengembangan wakaf di Indonesia dinilai masih menyimpan ruang pertumbuhan yang sangat besar. Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkirakan potensi wakaf uang di Tanah Air mencapai Rp 180 triliun per tahun. Namun,realisasi penghimpunan wakaf uang nasional pada 2025 tercatat baru Rp 4,72 triliun dengan target Rp 4,79 triliun pada 2026.
Kesenjangan antara potensi dan realisasi itu menjadi peluang untuk memperluas literasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperkuat ekosistem pengelolaan wakaf yang produktif, transparan, serta berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menyampaikan bahwa penguatan wakaf produktif membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar dana sosial syariah mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkesinambungan.
"Wakaf adalah warisan kebaikan yang tidak pernah berhenti mengalir. Melalui kolaborasi, setiap wakaf dapat tumbuh produktif dan menghadirkan harapan bagi lebih banyak orang," tutur Bob, Jumat (16/10/2026).
Perluas Akses Masyarakat terhadap Wakaf Produktif
Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), BSI mengambil peran dalam menghubungkan masyarakat dengan berbagai instrumen wakaf uang. Salah satunya melalui Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), instrumen yang memungkinkan pokok wakaf tetap terjaga, sementara hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BSI juga menjalankan peran sebagai mitra distribusi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR007, sehingga masyarakat memiliki alternatif untuk berpartisipasi dalam pengembangan wakaf melalui instrumen keuangan syariah.
Selain memperluas pilihan instrumen, BSI mendorong kemudahan berwakaf melalui kanal digital BYOND by BSI. Digitalisasi menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap wakaf sekaligus mendorong partisipasi generasi yang semakin familiar dengan layanan keuangan digital.
BSI memandang pengembangan wakaf produktif membutuhkan ekosistem yang kuat, mulai dari peningkatan literasi masyarakat, penguatan kapasitas nazhir, tata kelola yang amanah, hingga dukungan industri keuangan syariah.
GLOW 2026 diharapkan menjadi katalis untuk memperkuat sinergi tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mengoptimalkan aset dan dana wakaf bagi pembangunan sosial dan ekonomi.
"Ketika kita bergerak bersama, wakaf dapat menjadi cahaya bagi kesejahteraan umat dan kekuatan bagi ketahanan ekonomi bangsa," kata Bob.
Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terus berkembang, BSI optimistis Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu rujukan pengembangan wakaf produktif di tingkat global. BSI berkomitmen terus menghadirkan akses dan instrumen wakaf yang semakin mudah dijangkau masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan regulator, nazhir, dan seluruh pemangku kepentingan agar wakaf dapat menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan serta lintas generasi.