BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menelan empat korban jiwa. Para korban merupakan personel yang terlibat dalam tim pemadaman api dan dilaporkan gugur saat menjalankan tugas pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Tiga orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjebak kepungan api dan asap pekat. Satu orang lainnya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan darurat di rumah sakit.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengonfirmasi bahwa para korban merupakan petugas resmi dan relawan terlatih yang berjuang melindungi permukiman warga dari kobaran api.
"Saya telah memastikan langsung kepada Kepala TNBTS bahwa beliau-beliau yang gugur ini adalah elemen petugas dan relawan yang terlatih. Mereka berbuat tanpa pamrih, bahkan mempertaruhkan nyawa demi melindungi warga," tutur Emil, Minggu, 18 Oktober 2026.
Emil menegaskan, keselamatan setiap personel yang bertugas di lapangan harus menjadi prioritas utama. Ia berharap tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang risiko yang dihadapi para petugas di garis depan.
Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa upaya pemadaman melibatkan berbagai pihak. badAN penanggulan Gan Bencana (BPBD) Jawa Timur, personel TNI dan Polri, serta unsur masyarakat turut berperan dalam penanganan kebakaran. Sebagai langkah tindak lanjut, seluruh satuan Polisi Kehutanan (Polhut) yang bertugas di kawasan TNBTS diinstruksikan untuk meningkatkan frekuensi patroli guna mencegah munculnya titik api baru.