Dalam perkembangan terbaru yang kami liput,
BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta -TransaksiTrade Expo Indonesia (TEI) 2026 tembus US$ 22,94 miliar atau Rp 414,13 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.050). Transaksi itu 131% dari sasaran awal sebesar US$ 10,5 miliar atau Rp 189,55 triliun.
Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi perdagangan Indonesia yang didukung pasar domestik, keragaman produk, serta sumber daya alam yang melimpah.
Melalui upaya itu, calon pembeli dapat mengenal produk dan eksportir Indonesia sebelum menghadiri pameran. Sejumlah calon pembeli juga melakukan kunjungan ke perusahaan dan pabrik hingga mencapai kesepakatan kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Budi menuturkan, lima negara dengan transaksi tertinggi pada TEI 2026 ialah India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Sementara itu, produk dengan nilai transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta produk peternakan.
Capaian tersebut juga didukung penjajakan bisnis dan pencocokan usaha (business matching) yang dilakukan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri sejak setahun sebelum pameran.
Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, saat konvensi pers penutupan TEI 2026, mengutip Antara, Minggu (18/10/2026).
"Dari total transaksi itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membukukan transaksi sebesar US$ 510,79 juta. Capaian TEI tahun ini (2026) juga melampaui realisasi tahun sebelumnya sebesar US$ 22,68 miliar, ketika sasaran transaksi ditetapkan sebesar US$ 16,5 miliar," tutur dia.
Mendag juga menambahkan, nilai transaksi TEI masih berpotensi ditingkatkan melalui perbaikan kualitas dan kuantitas produk serta diversifikasi produk ekspor Indonesia.