Jelajahi BDT NEWS

Tim Satgas Ungkap Kendala Padamkan Kebakaran Hutan di Jambi

Satgas kebakaran hutan dan lahan di Jambi mengambil keputusan membawa personel tambahan menggunakan helikopter bantuan dari TNI-AD.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 2 jam yang lalu
2 menit baca 0

Puncak, BeritaDuniaTerbaru.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jambi masih menjadi tantangan besar bagi tim satgas yang diturunkan ke lapangan. Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan bahwa kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung selama beberapa minggu dan api bahkan menjalar di bawah permukaan tanah.

Untuk menghadapi situasi itu, satgas tidak hanya mengutus personel dalam jumlah besar, tetapi juga membawa peralatan pemadaman seperti mesin, selang air, tenda, serta perlengkapan pendukung lainnya.Total nearly 4.000 personel dikerahkan melalui delapan posko penanganan karhutla yang tersebar di wilayah rawan.

"Sumber asapnya cukup luar biasa. Taman Nasional kita luas dan di dalamnya banyak flora fauna yang terancam, sehingga perlu segera kita selamatkan," kata Al Haris, disitat dari Antara.

Berdasarkan data dari Pasi Ops Korem 042/Gapu, Mayor Inf M. Tony Wijay, petugas yang diterjunkan menggunakan helikopter MI-17 TNI-AD terdiri atas 50 personel TNI, 20 personel Polri, serta dukungan dari BPBD dan Basarnas.

"Titik api itu tidak terjangkau oleh personel, kenapa? Kita terjunkanlah mereka melalui udara, dan mereka akan kita bekali selama tujuh hari," kata Tony.

Tony menjelaskan bahwa pergerakan angin yang cepat menyebabkan sebaran titik api terus berubah di lapangan. Para personel pun dilengkapi perbekalan selama sepekan dengan harapan kondisi di lokasi kebakaran dapat segera terkendali.

Apabila cuaca mendukung, pendaratan pasukan diprioritaskan menuju kawasan Labuhan Pering dan Sungai Cemara sebagai target utama, sebelum dilanjutkan ke wilayah Sungai Rambut. Satgaspun berencana memaksimalkan dua kali penerbangan dalam sehari dengan opsi cadangan untuk melanjutkan keesokan harinya apabila terkendala.

"Harapan kita sebelum tujuh hari ada perubahan dari pada api-api itu. Karena titik api sudah tidak bisa ditandai lagi, bisa berubah kanan ke kiri," kata dia.

Kapolda Jambi, Inspektur Jenderal Polisi Widodo, menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan antarsatuan di lapangan. Ia jugaimbau agar masyarakat lokal dilibatkan secara terukur dalam upaya pemadaman.

"Kita harus kompak karena ini tanggung jawab bersama, apabila ada masyarakat di sekitar lokasi, ajak mereka untuk ikut berperan dalam upaya mengatasi kebakaran," katanya.

Meski kondisi karhutla di Jambi saat ini relatif terkendali, Al Haris mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah menghadapi musim kemarau yang masih panjang.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK