Jelajahi BDT NEWS

Singapura Selidiki Perusahaan Penyebab Karhutla RI, Siap Tindak Tegas

PM Singapura Lawrence Wong mengatakan tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab memicu karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Internasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com — Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Wong juga mempertimbangkan tindakan tegas apabila terdapat perusahaan yang terbukti menyebabkan karhutla.

"Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Lintas Batas Singapura (THPA) dan menjajaki kerja sama dengan negara lain," kata Wong melalui akun Instagram-nya, Jumat (16/10).

Dia menambahkan, cuaca dan angin berada di luar kendali Singapura, demikian pula peristiwa yang terjadi di luar perbatasan negara tersebut.

Meski begitu, Wong berkomitmen bahwa Singapura melakukan segala upaya untuk melindungi warga negaranya dan bekerja sama dengan negara tetangga.

Berdasarkan THPA, perusahaan yang terbukti bersalah dapat dikenai denda mulai dari 100.000 dollar Singapura hingga 2 juta dollar Singapura, atau berkisar Rp1,1 miliar hingga Rp23 miliar.

Undang-undang tersebut juga membuka jalur hukum bagi warga atau lembaga di Singapura untuk mengajukan gugatan perdata. Mereka berhak menuntut ganti rugi atas gangguan ekonomi, gangguan kesehatan, cedera personal, maupun kerusakan properti.

Dalam unggahannya, Wong membagikan momen pihak berwenang membagikan masker kepada kelompok rentan. Pemerintah setempat juga menyediakan tempat perlindungan di Community Clubs dan pusat resident pilihan.

"Kami akan memastikan dukungan tersedia bagi mereka yang membutuhkan," lanjut Wong.

Kabut asap yang menyelimuti Singapura, menurut Wong, berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang makin memburuk akibat musim kemarau yang memanjang.

Singapura juga telah menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi karhutla dan bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN dalam membahas permasalahan ini.

Pada Rabu, kualitas udara di Singapura masuk kategori tidak sehat. Pada pukul 15.00, indeks polusi udara mencapai 288, level tertinggi sejak 2015.

Keesokan harinya, indeks polusi udara di wilayah barat Singapura tercatat 212, tertinggi sepanjang 2026.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK