Jelajahi BDT NEWS

Sempat Ogah Dukung di Pileg, Trump Kini Puji Habis-habisan Netanyahu

Presiden AS Donald Trump akhirnya menunjukkan dukungannya dan memuji PM Benjamin jelang pemilihan legislatif Israel pada akhir Oktober mendatang.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Internasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
3 menit baca 0

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya,

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --

"Bibi Netanyahu sudah dengan kuat, berani, dan cemerlang menghadapi oposisi yang luar biasa, termasuk yang datang dari Israel sendiri," ujar Trump lagi.

Namun, di kesempatan itu, Trump juga menegaskan publik jangan memandang sebelah mata Netanyahu.

"Dan bahkan Mitra Perdamaian yang lebih hebat dalam memerangi Republik Islam Iran, dengan slogannya yang sudah berusia 51 tahun 'Matilah Israel, Matilah Amerika! Kita Akan Menghancurkan Setan Kecil Ini'," kata Trump.

Beberapa survei melaporkan popularitas Netanyahu dan kemauan publik Israel dipimpin dia menurun.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menunjukkan dukungannya dan memuji Perdana Menteri Benjamin jelang pemilihan legislatif Israel pada akhir Oktober mendatang.

Dukungan itu Trump sampaikan dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social, Minggu (18/10). Bibi sapaan bersahabat Netanyahu, kata dia, menjadi PM dan partner perdamaian AS yang hebat.

(isa/rds)

Lebih lanjut, Trump juga mengatakan Netanyahu sudah banyak berkembang dan menunjukkan kemajuan. Dia menilai Bibi ialah sosok yang andal dan bahkan lebih andal saat menghadapi tekanan terutama akhir-akhir ini.

"Inilah jenis Mitra yang dituntut Amerika Serikat dari Israel, sebuah Negara yang sudah banyak dibantu Amerika Serikat," kata Trump.

Dukungan Trump ke Netanyahu muncul usai dilaporkan sempat enggan mengendorse sekutunya dalam pileg pada awal Oktober lalu.

Trump bahkan menyebut operasi sadis AS dan Israel ke Iran yang dimulai pada akhir Februari sebagai langkah yang luar biasa. Dia juga memandang tindakan Netanyahu benar.

"Jika Israel mempunyai Pemimpin yang salah, yang mana siapa pun selain Bibi, Amerika wajib melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak condong melakukannya," kata dia.

"Yah, saya hanya bisa mengatakan bahwa saya tidak lagi terlibat dalam politik, kecuali bahwa kami populer," kata dia saat wawancara dengan Time yang dikutip Middle East Monitor.

Israel akan menggelar pemilihan legislatif pada 27 Oktober. Jika partai Netanyahu, Likud, menang dan menguasai kursi kebanyakan di parlemen, jalan dia kembali menjadi perdana menteri sangat terang benderang. Namun, sejumlah jajak pendapat berbicara lain.

"Hanya masalah waktu sampai Iran menetapkan ungkapan mengerikan itu, tetapi mereka sudah dihancurkan secara sistematis, baik secara militer maupun keuangan. Kecuali mereka mengubah cara mereka dengan cepat, kita akan segera menyelesaikan pekerjaan itu," ungkap politikus Republik itu.

Sebelum serangan dimulai sempat beredar laporan Netanyahu membujuk Trump untuk menggempur Iran dengan dalih program nuklir Teheran tang sangat berbahaya.

Dalam unggahan tersebut, Trump menegaskan negara mana yang bisa bertahan saat slogal-slogan semacam itu dibiarkan terucap terus-menerus. Dia menegaskan kalimat itu bukan hanya semboyan dan bisa terwujud kapan saja.

Slogan tersebut kerap muncul dalam demonstrasi warga Iran yang mengecam serangan AS-Israel ke negara Timur Tengah ini. Saat prosesi pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan dua negara itu, banyak warga yang membawa poster bertuliskan semboyan serupa.

"Mohon izinkan surat ini untuk mewakili Dukungan Penuh dan Total saya kepada Bibi Netanyahu dalam Pemilihan Kembali sebagai Perdana Menteri Israel mendatang. BIBI NETANYAHU TIDAK AKAN PERNAH MENGECEWAKAN ANDA!" imbuh dia.

Berdasarkan catatan kami, informasi ini penting untuk diketahui masyarakat luas.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK