Jelajahi BDT NEWS

Respons OJK soal Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

OJK buka suara soal PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang diisukan akan diakuisisi oleh konglomerat asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

finance.detik.com (Sumber) via Detik Finance • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 55 menit yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara mengenai rumor yang menyebut PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bakal diakuisisi oleh konglomerat asal Kalimantan, Andi Symsuddin Arsyad alias Haji Isam. Isu tersebut sebelumnya marak beredar di media sosial.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan lembagannya selalu mencermati setiap perkembangan terkait kepemilikan saham dan struktur pengendalian bank. Jika ada transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali bank, OJK bakal melakukan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

"OJK tetap memastikan bahwa setiap perubahan kepemilikan dan pengendalian bank dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta ketentuan mengenai kepemilikan dan pengendalian bank yang berlaku," kata Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Dian menjelaskan, dalam perspektif prudensial, perubahan kepemilikan atau pengendalian pada bank besar tidak hanya dilihat dari aspek transaksi sahamnya, melainkan juga dari potensi dampaknya terhadap profil risiko bank, konsentrasi eksposur, transaksi dengan pihak terkait, kualitas penerapan tata kelola, serta keterkaitan antara bank dan kelompok usaha yang berada di bawah pengendalian pemegang saham.

"Apabila pada suatu waktu terdapat perubahan pengendalian yang bersifat material di suatu bank, OJK akan mencermati dampaknya secara menyeluruh, antara lain terhadap struktur persaingan industri, strategi bisnis bank, penyaluran kredit, likuiditas, permodalan, tata kelola, serta potensi konsentrasi risiko," tegas dia.

Secara umum, Dian menilai stabilitas industri perbankan nasional masih ditopang oleh kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai serta penerapan prinsip kehati-hatian.

"OJK akan terus melakukan pemantauan terhadap berbagai dinamika kepemilikan, konsolidasi, maupun aksi korporasi di sektor perbankan untuk memastikan perkembangan tersebut berlangsung secara sehat dan tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas sistem keuangan," demikian Dian.

Rumor soal rencana pengakuisisian BCA oleh Haji Isam sebelumnya telah dibantah oleh pihak banco. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan informasi tersebut tidak berdasar.

"Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," terang Hera dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).

Hera turut meminta publik untuk memperoleh informasi terkait perseroan dari sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel. Dia juga menegaskan BCA selalu beroperasi sesuai prinsip kehati-hatian dan regulasi yang berlaku.

"Kamiimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel. BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku," ucap Hera.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK