Jelajahi BDT NEWS

Persiapan Giant Sea Wall Pantura, Struktur Pemecah Ombak Disiapkan di Demak

Pekerja memasang Hex-Brick untuk pemecah ombak semipermeabel di pesisir Demak. Upaya ini menjadi bagian dari persiapan perlindungan pantai utara Jawa.

finance.detik.com (Sumber) via Detik Finance • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 2 jam yang lalu
1 menit baca 0

Sumber terpercaya kami menyebutkan,

Foto Bisnis

Tripa Ramadhan - BeritaDuniaTerbaru.comFinance

Demak - Pekerja memasang Hex-Brick untuk pemecah ombak semipermeabel di pesisir Demak. Upaya ini menjadi bagian dari persiapan perlindungan pantai utara Jawa.

Senin, 19 Okt 2026 06:00 WIB

Sejumlah pekerja mengangkut blok heksagonal (Hex-Brick) untuk pemasangan struktur perangkat pemecah ombak (APO) semipermeabel di pesisir Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, Jawa Tengah. Struktur tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya perlindungan area pesisir. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah pekerja mengangkut blok heksagonal (Hex-Brick) untuk pemasangan struktur alat pemecah ombak (APO) semipermeabel di pesisir Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026). Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dijadwalkan menggelar kegiatan percontohan perlindungan pesisir berbasis alam, termasuk penanaman mangrove, pada 19 Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan pembangunan sistem tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) sepanjang sekitar 575 kilometer dari Banten hingga Gresik yang mengombinasikan tanggul lepas pantai (offshore dike), tanggul pantai (coastal dike), dan perlindungan ekosistem pesisir berbasis alam (soft dike), dengan konstruksi tanggul fisik ditargetkan dimulai pada 2027 untuk mengurangi risiko abrasi dan banjir rob di kawasan pesisir yang mengalami penurunan muka tanah. ANTARA FOTO/Aji Styawan/kye

Sejumlah pekerja mengangkut blok heksagonal (Hex-Brick) untuk pemasangan struktur alat pemecah ombak (APO) semipermeabel di pesisir Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026). Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dijadwalkan menggelar kegiatan percontohan perlindungan pesisir berbasis alam, termasuk penanaman mangrove, pada 19 Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan pembangunan sistem tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) sepanjang sekitar 575 kilometer dari Banten hingga Gresik yang mengombinasikan tanggul lepas pantai (offshore dike), tanggul pantai (coastal dike), dan perlindungan ekosistem pesisir berbasis alam (soft dike), dengan konstruksi tanggul fisik ditargetkan dimulai pada 2027 untuk mengurangi risiko abrasi dan banjir rob di kawasan pesisir yang mengalami penurunan muka tanah. ANTARA FOTO/Aji Styawan/kye

Kawasan pesisir Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, menjadi letak persiapan percontohan perlindungan pantai berbasis alam, termasuk penanaman mangrove. Program tersebut dijadwalkan berjalan pada 19 Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan pembangunan sistem tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di pantai utara Jawa. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Anda menyukai artikel ini

Pekerja menyiapkan blok Hex-Brick untuk struktur pemecah ombak semipermeabel di pesisir Desa Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah. Teknologi perlindungan pesisir ini diharapkan membantu mengurangi dampak pengikisan di area pantai utara Jawa. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah pekerja mengangkut blok heksagonal (Hex-Brick) untuk pemasangan struktur alat pemecah ombak (APO) semipermeabel di pesisir Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026). Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dijadwalkan menggelar kegiatan percontohan perlindungan pesisir berbasis alam, termasuk penanaman mangrove, pada 19 Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan pembangunan sistem tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) sepanjang sekitar 575 kilometer dari Banten hingga Gresik yang mengombinasikan tanggul lepas pantai (offshore dike), tanggul pantai (coastal dike), dan perlindungan ekosistem pesisir berbasis alam (soft dike), dengan konstruksi tanggul fisik ditargetkan dimulai pada 2027 untuk mengurangi risiko abrasi dan banjir rob di kawasan pesisir yang mengalami penurunan muka tanah. ANTARA FOTO/Aji Styawan/kye

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK