Jelajahi BDT NEWS

Membedah Teknologi LED Videotron Berbasis AI, Apa Saja Kecanggihannya?

Videotron berbasis AI menganalisis lingkungan secara real-time--cuaca hingga tingkat kepadatan lalu lintas--untuk menentukan materi promosi yang paling relevan.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Tekno • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta - V2 Indonesia resmi memperkenalkan layar LED videotron pintar yang mengintegrasikan model kecerdasan buatan (AI) secara penuh untuk pertama kalinya di Indonesia.

Inovasi ini mengubah cara pandang terhadap videotron konvensional yang selama ini cenderung kaku. Layar raksasa tidak lagi sekadar menayangkan jadwal iklan secara statis, melainkan mampu membaca situasi lingkungan sekitar secara adaptif.

Sistem ini mengandalkan pemrosesan Large Language Model (LLM) untuk menganalisis kondisi lingkungan secara real-time, meliputi cuaca, waktu, hingga tingkat kepadatan lalu lintas. Hasil analisis itu kemudian dipakai untuk menentukan materi promosi yang paling relevan ditampilkan kepada audiens.

"Sudah saatnya persaingan Digital Out-of-Home Advertising (DOOH) LED Videotron beralih dari sekadar mengukur siapa yang terbesar menuju teknologi yang jauh lebih cerdas," kata CEO V2 Indonesia Rudi Hidayat, Minggu (18/10/2026).

Ia menilai masa depan DOOH ditentukan oleh seberapa pintar videotron memahami konteks, belajar, dan beradaptasi demi menghadirkan konten yang relevan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis.

Secara teknis, layar ultra-lebar ini dipasang di Mal Bali Galeria dengan dimensi 49,9 meter kali 4,8 meter. Resolusi fisiknya mencapai 12.480 kali 1.200 piksel dengan pixel pitch 4 mm.

Di balik visual yang luas, sistem ini mampu mengenali delapan skenario kondisi lingkungan, mulai dari terik matahari, waktu sunset, hujan, hingga situasi macet. Data cuaca diperbarui setiap lima menit, sementara informasi lalu lintas ditangkap secara berkala.

Mekanismenya cukup sederhana namun efektif. Saat cuaca panas terik, sistem secara otomatis memprioritaskan iklan minuman dingin. Sebaliknya, ketika hujan turun atau lalu lintas tersendat, layar secara adaptif memutar promosi layanan pesan-antar makanan atau menampilkan pesan kontekstual seperti "Sabar ya, Denpasar".

Seluruh ekosistem teknologi ini dikembangkan secara internal oleh tim teknologi V2 Indonesia dengan dukungan infrastruktur Alibaba Cloud, Typesafe AI, serta metode Reinforcement Learning for Calibrated Decisions (RLCD).

Sebagai catatan, analisis kontekstual ini berjalan tanpa menggunakan kamera atau mengumpulkan data pribadi siapa pun, sehingga aspek privasi pengguna jalan tetap terjaga.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK