Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini hujan lebat yang menyasar belasan wilayah di Indonesia. Imbauan ini berlaku untuk periode 17 hingga 19 Oktober 2026.
Aceh dan Sumatra Utara masuk kategori Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, wilayah lain seperti Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua berada di kategori Waspada yang berarti berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat.
Pada periode ini, tidak ada wilayah yang berstatus Awas maupun yang menerima peringatan dini terkait angin kencang.
Sebagian Besar ZOM Masih Dominan Kemarau
Sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, masih berada dalam musim kemarau. Hanya sekitar 8 persen ZOM yang telah memasuki musim hujan.
Situasi ini berpotensi memperpanjang kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah yang secara umum minim curah hujan. Wilayah tersebut meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.
Kendati demikian, BMKG dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan periode 16 hingga 22 Oktober 2026 menyebutkan bahwa peluang hujan tetap terbuka di beberapa daerah. Dinamika atmosfer regional dan lokal disebut mampu memicu pembentukan awan hujan dalam waktu relatif singkat.
Secara spesifik, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif di sebagian Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Sementara itu, Gelombang Kelvin diprakirakan melintasi sebagian Sumatra Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Kalimantan, pesisir selatan Jawa, sebagian besar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Pola pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Papua turut berkontribusi pada pemusatan massa udara dan pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitar wilayah terdampak juga menyediakan pasokan uap air bagi pembentukan awan.
"Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang secara lokal," tulis BMKG dalam prakiraan tersebut.
Curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah untuk periode sepekan ke depan.