Jelajahi BDT NEWS

Kemenhub Pantau Risiko Kabut Asap di 16 Bandara Papua Akibat Karhutla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap 16 bandara di wilayah Papua. Kabut asap yang ditimbulkan berpotensi mengancam keselamatan penerbangan. Pemantauan ini...

antara (Penulis sumber) • daerah.republika.co.id (Sumber) via Republika Daerah • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 4 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, JAKARTA, – Kementerian Perumahan dan Pertanahan (Kemenhub) terus memantau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap 16 bandara di wilayah Papua. Kabut asap yang ditimbulkan berpotensi mengancam keselamatan penerbangan.

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X telah berkoordinasi intensif.

Koordinasi dilakukan dengan operator bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait lainnya.

"Koordinasi ini bertujuan untuk memantau perkembangan di setiap wilayah dan memastikan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas," katanya.

Daftar 16 Bandara Terdampak

Bandara-bandara yang terkena dampak tersebar di beberapa provinsi di Tanah Papua. Di Provinsi Papua, terdapat Bandara Sentani.

Di Papua Tengah, bandara yang dipantau meliputi Mozes Kilangin (Timika), Ilaga, dan Ilu. Sementara itu, di Provinsi Papua Pegunungan, pemantauan dilakukan di Bandara Wamena, Oksibil, dan Dekai.

Wilayah Papua Selatan menjadi yang terbanyak dengan sembilan bandara terdampak, yaitu Mopah (Merauke), Tanah Merah, Kepi, Ewer, Bade, Senggo, Manggelum, Yaniruma, dan Mindiptanah.

Lukman menjelaskan bahwa berkurangnya jarak pandang akibat kabut asap di sekitar bandara dapat menyebabkan penundaan atau pembatalan penerbangan. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan operasional penerbangan mengutamakan faktor keselamatan.

Dampak Signifikan pada Penerbangan

Berdasarkan data per 13 Oktober, karhutla telah berdampak signifikan pada operasional penerbangan domestik. Sejak 11 Agustus, tercatat sebanyak 2.021 penerbangan domestik terdampak.

Rinciannya, 919 penerbangan mengalami penundaan, 1.067 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 18 penerbangan dialihkan, enam penerbangan kembali ke bandara asal (return to base), dan 11 penerbangan dimajukan jadwalnya.

Tidak hanya penerbangan domestik, rute internasional juga turut terkena imbas. Sebanyak 12 penerbangan pulang-pergi rute Singapura-Pontianak dibatalkan pada periode 12 hingga 23 September. Pembatalan ini disebabkan oleh kabut asap yang menyelimuti Bandara Supadio di Pontianak.

Secara terpisah, pada periode yang sama, terdapat 18 pembatalan penerbangan domestik yang disebabkan oleh faktor lain. Faktor-faktor tersebut meliputi abu vulkanik dari Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan pesawat.

Pemerintah sendiri terus melanjutkan operasi pengeboman air (water bombing) untuk memadamkan api. Sejak 20 April hingga 12 Oktober, operasi tersebut telah mencatatkan 5.035 siklus penerbangan yang melibatkan 38 pesawat dari 11 operator di seluruh area rawan kebakaran.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK