Jelajahi BDT NEWS

Houthi Memanas, Kingdom Centre Riyadh Wajibkan Penyewa Kerja dari Jauh

Kingdom Centre di Riyadh mewajibkan kerja jarak jauh bagi penyewa setelah serangan Houthi. Kebijakan ini berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Internasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
3 menit baca 0

Sumber terpercaya kami menyebutkan,

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --

"Sebuah helikopter pengintai AH-6i milik Kementerian Garda Nasional jatuh di dalam daerah Arab Saudi, tepatnya di area Najran, dampak gangguan teknis," kata Juru Bicara Koalisi, Turki Al-Malki, sebagaimana dilaporkan oleh instansi berita resmi Saudi Press Agency.

Milisi Houthi menyerang berbagai sasaran milik Arab Saudi, termasuk kapal tanker di Laut Merah, fasilitas minyak, serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Sementara, koalisi ketua Arab Saudi telah melancarkan serangkaian serangan udara ke daerah yang dikuasai Houthi.

"Saya tidak berbicara terkait upaya memerangi atau menyerang pihak mana pun," ujarnya, Sabtu (17/10). "Kita hanya berbicara terkait pertahanan," lanjutnya.

Gedung pencakar langit Kingdom Centre di Riyadh, Arab Saudi, mewajibkan para penyewa instansi untuk bekerja jarak jauh menyusul serangkaian serangan milisi Houthi Yaman. Imbauan itu dikeluarkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Adapun untuk pusat perbelanjaan yang terletak di bagian bawah gedung tersebut tetap buka.

Pada Sabtu (17/10), milisi Houthi melaporkan serangan Arab Saudi menewaskan 12 orang di Yaman, termasuk tiga anak-anak.

Perang yang telah melangkah lebih dari satu dasawarsa antara koalisi ketua Arab Saudi dan milisi Houthi yang didukung Iran kembali memanas di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dengan laporan terkait serangan yang terus terjadi dari kedua belah pihak.

Sebelum itu, otoritas Arab Saudi juga telah mengeluarkan peringatan bahaya di ibu kota tersebut. Koalisi juga menyebut dua rudal balistik telah dicegat di daerah selatan kerajaan itu.

Sisi menyatakan kesediaannya untuk "melakukan langkah apa pun demi melindungi" Arab Saudi, jika para pemimpin negara tersebut memintanya.

Pada malam sebelumnya, koalisi menyatakan telah mencegat dua pesawat nirawak (drone) di daerah Riyadh dan satu pesawat nirawak lainnya di Provinsi yang kaya minyak.

[Gambas:Video CNN]

Do sisi lain, milisi Houthi melalui ahli bicaranya Yahya Saree mengklaim telah menembak jatuh sebuah helikopter Apache di daerah tersebut.

Pernyataan Kingdom Centre dirilis menyusul kebijakan pembelajaran jarak jauh di sekolah-sekolah. Sementara lapangan terbang Riyadh juga masih ditutup menyusul serangan pekan lalu.

"Kecelakaan tersebut mengakibatkan gugurnya awak pesawat, yang terdiri dari dua orang perwira," tambahnya.

Milisi Houthi menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan menguasai daerah di sekitar Selat Bab al-Mandab-sebuah letak di Laut Merah yang menjadi jalur ekspor vital bagi minyak Arab Saudi-sejak Iran melakukan blokade terhadap Selat Hormuz di Teluk. Laut Merah merupakan jalur pelayaran utama yang menghubungkan Asia dengan Eropa melalui Terusan Suez di Mesir.

Adapun para penyewa di Kingdom Centre mencakup raksasa jasa keuangan Merrill Lynch, firma konsultan manajemen McKinsey, serta Dana Moneter Internasional (IMF).

Sebelumnya, koalisi mengumumkan kematian dua pilot helikopter di Najran, dekat perbatasan dengan Yaman. Adapun penyebabnya disampaikan sebab "gangguan teknis".

"Mohon untuk tidak mendatangi instansi selama periode ini," lanjut pernyataan tersebut.

Setelah gencatan senjata selama empat tahun yang melangkah dalam situasi tidak menentu, intensitas konflik di Yaman kembali meningkat ketika golongan tersebut merebut daerah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah bulan lalu.

(ryn/ins)

Kebijakan ini muncul sepekan setelah 13 orang tewas dalam serangan besar milisi Houthi terhadap lapangan terbang internasional Riyadh.

Pada Minggu (18/10), parlemen Mesir akan menggelar sidang darurat setelah Presiden Abdel Fattah al-Sisi meminta para anggota parlemen untuk memberikan wewenang guna mendukung pertahanan Arab Saudi terhadap serangan milisi Houthi.

"Harap diperhatikan bahwa kebijakan bekerja dari jarak jauh sekarang diwajibkan bagi seluruh tenaga kerja instansi di Kingdom Centre, berlaku segera dan sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan manajemen gedung tersebut dalam sebuah surel yang dilihat AFP.

Mesir pertimbangkan dukungan

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK