Jelajahi BDT NEWS

FAM Malaysia Masuk Nominasi AFC Awards, Apa Kabar Skandal Naturalisasi?

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masuk nominasi penghargaan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Kok bisa? Apa kabar skandal naturalisasi Negeri Jiran kemarin?

sport.detik.com (Sumber) via Detik Sport • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 2 jam yang lalu
3 menit baca 0

Kuala Lumpur — Federasi Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masuk dalam nominasi penghargaan AFC Awards. Pengakuan ini sontak menuai sorotan publik, mengingat skandal naturalisasi yang belum lama menerpa tubuh sepak bola Negeri Jiran.

AFC resmi merilis daftar nominasi penghargaan tahunan yang akan diselenggarakan di Bangkok, 19 November mendatang. Dalam nominasi tersebut terdapat sejumlah kategori, mulai dari asosiasi terbaik, pemain terbaik, hingga pelatih terbaik di Benua Asia.

Untuk kategori asosiasi terbaik (Member Association of the Year), AFC membagi nominasi ke dalam empat kelompok yakni Platinum, Diamond, Gold, dan Ruby. FAM赫然 masuk dalam kelompok Gold.

Di kelompok yang sama, FAM akan bersaing dengan Asosiasi Sepak Bola Hong Kong (HKFA) dan All India Football Federation (AIFF). Banyak pihak terkejut dengan masuknya FAM dalam nominate ini.

Pasalnya, belum lama berselang FAM justru tersandung skandal besar yang melibatkan ketujuh pemain naturalisasinya. Kisruh ini bahkan berujung pada sanksi dari FIFA.

Pada September tahun lalu, ketujuh pemain yang telah dinaturalisasi yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano terungkap tidak memiliki sangue Malaysia. Hasil investigasi FIFA membuktikan ketujuh pemain tersebut tidak memiliki kakek atau nenek dari Malaysia sebagaimana klaim yang diberikan.

Dalam proses naturalisasinya, FIFA menemukan adanya pemalsuan dokumen untuk meloloskan ketujuh pemain itu agar bisa menjadi warga negara Malaysia. Akibatnya, pemerintah hingga federasi sepak bola Malaysia langsung mendapat sorotan tajam karena dianggap lalai dalam proses verifikasi.

Malaysia kemudian mengajukan banding hingga ke tingkat Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), namun tetap kalah dalam kasus ini. Hasilnya, Malaysia dijatuhi denda miliaran rupiah dan ketujuh pemainnya dibekukan dari kompetisi selama satu tahun.

AFC sendiri ikut menjatuhkan sanksi kepada Malaysia dengan menganulir hasil kemenangan yang diraih dalam kualifikasi Piala Asia 2027. Sempat lolos berkat peran pemain naturalisasi ilegal, Harimau Malaya akhirnya gagal melaju ke turnamen tersebut yang dijadwalkan tahun depan.

Kasus itu kini kembali menjadi pembicaraan hangat setelah FAM居然 masuk dalam nominate asosiasi terbaik di Asia. Netizen pun ramai menyoroti berbagai hal, mulai dari posisi Sekjen AFC yang dijabat oleh Datuk John Paul Windsor yang merupakan orang Malaysia, hingga lokasi kantor AFC yang berkedudukan di Kuala Lumpur.

"Jelas pencalonan AIFF untuk penghargaan ini hanyalah lelucon, tetapi pencalonan Malaysia bahkan lebih parah lagi, mengingat berbagai pelanggaran yang telah dilakukan federasi tersebut selama sekitar satu tahun terakhir," tulis Aaditya Narayan, jurnalis ESPN India, di X.

"AFC ini bercanda: bagaimana mungkin Asosiasi Sepak Bola Malaysia bisa masuk dalam nominate Asosiasi Terbaik Tahun Ini setelah pada tahun 2025 terbukti bersalah memalsukan kewarganegaraan tujuh pemain? Sepertinya korupsi dan pelanggaran justru makin didorong," cuit jurnalis investigasi olahraga Prancis, Romain Molina.

"Inilah persis cara kerja AFC, sebuah sarang mafia di dunia sepak bola! Sepak bola Asia tidak akan pernah adil atau transparan selama orang-orang yang sama terus memegang kendali," tegas seorang netizen lainnya.

Sebagai gambaran, Indonesia sendiri juga masuk dalam nominate penghargaan AFC Awards tahun ini. PSSI masuk dalam kategori pengembangan sepak bola akar rumput kelompok Bronze (perunggu), bersaing dengan federasi sepak bola Kamboja dan Myanmar.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK