Jelajahi BDT NEWS

Dirut PLN Batam Ungkap Tiga Kejanggalan Terkait Blackout

Pasokan listrik tiga wilayah di Kepri mengalami blackout.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
5 menit baca 0

Berdasarkan informasi yang kami himpun,

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta - Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo akhirnya buka suara terkait pemadaman listrik meluas atau blackout yang melumpuhkan sistem kelistrikanBatam-Bintan-Tanjungpinang pada 12 Oktober 2026.

Menurut Kwin Fo, kawat tersebut semestinya dialiri listrik sesuai standar operasional prosedur (SOP). Fungsinya antara lain untuk membantu mencegah hewan liar masuk ke area gardu.

Kwin Fo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik, khususnya pengguna di Batam, Bintan dan Tanjungpinang.

Kwin Fo juga menyampaikan bahwa PLN telah melakukan serangkaian pengetesan terhadap peralatan yang berangkaian dengan sistem kelistrikan Batam.

PLN Batam pun menyerahkan pengungkapan penyebab sebenarnya kepada abdi negara penegak hukum.

"Kami belum bisa memastikan apakah hewan liar tersebut menjadi penyebab percikan api. Karena CCTV tidak menangkap langsung kejadian itu, sehingga kami menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib," katanya.

Temuan lain juga muncul terkait dugaan keberadaan hewan liar di sekitar gardu. Tim pertama yang tiba di lokasi setelah gangguan tidak menemukan hewan yang diduga menjadi penyebab gangguan.

Hal lain yang turut menjadi perhatian ialah kondisi kawat listrik pengaman yang terpasang mengelilingi area gardu.

"Setelah kejadian kami langsung bekerja tanpa henti, sehingga baru hari ini bisa menjelaskan kepada teman-teman," ujarnya.

Setelah titik gangguan diketahui berada di area Gardu Induk Sungai Harapan, PLN melakukan lokalisasi terhadap peralatan yang terdampak sebelum memulai proses pemulihan.

Dalam kondisi normal, sistem proteksi dan pemutus sirkuit semestinya bekerja memisahkan bagian jaringan yang mengalami gangguan sehingga tidak merembet ke sistem utama.

Hasil uji coba tersebut, kata dia, menunjukkan peralatan sistem kelistrikan yang diperiksa dapat berfungsi dengan baik.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian PLN ialah kondisi CCTV di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan. Kwin Fo mengatakan, posisi kamera pengawas tersebut telah bergeser dari posisi normal sehari sebelum blackout terjadi.

Kwin Fo menyebut, pukul 06.37 WIB, hampir seluruh pembangkit telah terlepas dari sistem utama kelistrikan Batam-Bintan. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan blackout meluas dan berdampak ke pengguna di Batam, Bintan hingga Tanjungpinang.

Dalam konferensi pers di Kantor PLN Batam, Batam Center, Minggu (18/10/2026), Kwin Fo mengungkap tiga temuan yang dinilai janggal di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan, Sekupang, Batam. Di antaranya posisi kamera pengawas atau CCTV yang bergeser dari posisi normal, kawat pagar pengaman gardu yang tidak bertegangan, hingga ditemukannya seekor hewan dalam kondisi lemas beberapa jam setelah gangguan terjadi.

Temuan tersebut menjadi salah satu argumen PLN menyerahkan proses pengungkapan penyebab blackout kepada abdi negara penegak hukum.

Proses tersebut tidak dapat dilakukan sekaligus karena setiap saluran transmisi wajib melalui tahapan pengisian tegangan atau line charging. Setiap saluran wajib diperiksa dan dipastikan mampu menerima tegangan sebelum kembali dihubungkan dengan bagian sistem lainnya.

Namun dalam kejadian 12 Oktober, gangguan tersebut justru merambat ke jaringan transmisi utama bertegangan 150 kilovolt (kV). Dampaknya kemudian dirasakan sejumlah pembangkit lain, termasuk Pembangkit Listrik Tanjung Uncang yang kehilangan sekitar 220 megawatt (MW) daya dari sistem.

Dengan kondisi tersebut, PLN belum dapat memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada trafo sebelum gangguan meluas.

Akibatnya, CCTV tidak merekam secara langsung titik awal munculnya percikan pada salah satu trafo yang kemudian memicu gangguan besar pada sistem kelistrikan.

Dia mengatakan, setelah blackout terjadi, jejeran PLN Batam melakukan penelusuran dan pemulihan sistem tanpa henti hingga kondisi kelistrikan kembali berangsur normal.

Dari sisi teknis, Kwin Fo menjelaskan gangguan yang terjadi di Gardu Induk Sungai Harapan tidak sukses diisolasi oleh sistem proteksi sebagaimana mestinya.

Hingga sekarang PLN Batam belum memastikan apakah blackout 12 Oktober 2026 disebabkan hewan liar, gangguan peralatan, aspek lain, atau adanya kondisi tertentu di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan.

"Di CCTV percikan itu terjadi sekitar pukul 07.30, karena setting jamnya memakai waktu Singapura," jelasnya.

Hilangnya pasokan dalam jumlah besar tersebut membuat pembangkit lain tidak mampu sepenuhnya menggantikan kehilangan daya. Akibatnya, pembangkit lainnya ikut terlepas dari sistem secara bertahap.

Kwin Fo mengatakan proses pemulihan mulai dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB. Pemulihan diawali dengan membangun kembali jaringan pengedaran tegangan menengah 20 kV. Setelah itu, PLN secara bertahap memulihkan sistem transmisi 150 kV.

Namun PLN Batam belum menyimpulkan penyebab pasti blackout tersebut. Kasus itu sekarang masih dalam penyelidikan Polda Kepri dan Bareskrim Polri.

Langkah tersebut diperlukan agar proses pemulihan tidak menimbulkan gangguan lanjutan terhadap jaringan yang telah kembali beroperasi.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada Polri. Mari kita tunggu berbareng hasil penyelidikan Polda dan Bareskrim Polri," kata Kwin Fo.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan, kawat pengaman tersebut diketahui tidak bertegangan. "Ini menjadi salah satu perihal yang masih perlu kami telusuri lebih lanjut," ujarnya.

Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menemukan seekor hewan dalam kondisi lemas. Kwin Fo belum menyebut jenis hewan tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pengguna PLN Batam dan masyarakat atas gangguan kelistrikan yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2026," kata Kwin Fo di Kantor Sekretariat PLN Batam.

Sesaat setelah gangguan terjadi, PLN Batam melakukan penelusuran di sejumlah titik untuk menemukan sumber persoalan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari jaringan transmisi hingga sejumlah peralatan kelistrikan guna memastikan tidak terdapat kerusakan lain, termasuk pada saluran maupun menara transmisi

Kepastian terkait penyebab awal gangguan masih menunggu hasil penyelidikan abdi negara penegak hukum.

Berdasarkan catatan kami, informasi ini penting untuk diketahui masyarakat luas.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK