Jelajahi BDT NEWS

Dikepung Asap, 24 Wilayah Malaysia Catat Kualitas Udara Tidak Sehat

Sebanyak 24 wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat pada Sabtu (17/10) per pukul 09.30 pagi waktu setempat.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Internasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 37 menit yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta —

Sebanyak 24 wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat pada Sabtu (17/10) per pukul 09.30 waktu setempat. Pasir Gudang dan Johor mencatatkan Indeks Pencemaran Udara (API) tertinggi di angka 196.

Menurut portal Sistem Manajemen Indeks Pencemar Udara (APIMS) milik Departemen Lingkungan Hidup (DOE) yang dikutip Malay Mail, tujuh wilayah lain di Johor juga tercatat memiliki angka tidak sehat.

Wilayah tersebut meliputi Larkin dengan indeks 177, Pengerang 174, Kota Tinggi 172, Batu Pahat 170, Tangkak 168, Segamat 161, dan Kluang 159.

Di Negeri Sembilan, Nilai mencatatkan indeks API sebesar 173, diikuti Seremban 172, dan Port Dickson 157.

Sementara di Selangor, Klang tercatat 171, Johan Setia 170, Petaling Jaya dan Shah Alam masing-masing 169, serta Banting 153.

Di Kuala Lumpur, Cheras dan Putrajaya sama-sama mencatatkan angka 162, sedangkan Batu Muda 159.

Tiga wilayah di Melaka juga tercatat dengan angka tidak sehat, yakni Kota Melaka (169), Bukit Rambai (166), dan Alor Gajah (165). Di Sabah, Sandakan tercatat 156 dan Tawau 150.

Secara keseluruhan, 43 wilayah lainnya mencatatkan kualitas udara sedang, dan satu wilayah tercatat memiliki kualitas udara baik.

Dalam perkembangan terkait, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan kesiapan negerinya membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan yang meluas.

Menurut Ahmad Zahid, Malaysia menyambut baik keterbukaan Indonesia dalam menerima bantuan asing untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo karena bersikap terbuka untuk menerima bantuan asing guna menangani kebakaran hutan," katanya.

"Meskipun bantuan yang kami tawarkan tidak seberapa, Malaysia siap mengirimkan bantuan untuk mendukung negara tetangga kita," tegas Ahmad Zahid.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK