Jelajahi BDT NEWS

Banteng Jawa Alas Purwo Ditemukan Mati Dikuliti, Dagingnya Dijagal

Seekor banteng Jawa, satwa endemik yang terancam punah dan dilindungi undang-undang, ditemukan mati dalam kondisi dikuliti, dagingnya dijagal.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Banyuwangi — Seekor banteng Jawa ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kawasan Sadengan, Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, pada Rabu (14/10/2026). Satwa endemik yang dilindungi undang-undang itu ditemukan telah dikuliti dan bagian dagingnya dibawa kabur pelaku perburuan liar.

Insiden terungkap setelah petugas Resort Rowobendo TNAP mendengar rentetan suara tembakan senjata api yang memecah keheningan hutan sejak pagi hari.

Polhut Ahli Madya TNAP, Sucipto, menjelaskan bahwa sekitar pukul 09.30 WIB, tim patroli menyisir kawasan hutan seusai mendengar tiga kali letusan awal. Tak lama berselang, letusan susulan kembali terdengar.

"Kami menyusuri sumber suara dan menemukan ceceran darah segar di vegetasi hutan sekitar pukul 10.30 WIB," terang Sucipto, Jumat (16/10/2026).

Petugas mengikuti jejak darah hingga tiba di lokasi pembantaian. Seekor banteng Jawa jantan berukuran besar ditemukan membusuk dalam kondisi mengenaskan, kulitnya terkupas habis dan bagian daging utamanya raib dibawa pelaku.

Petugas sempat melakukan pengintaian di sekitar lokasi kejadian selama beberapa jam dengan harapan pelaku kembali mengambil sisa bagian tubuh. Namun, tidak ada pergerakan mencurigakan yang ditemukan.

"Sisa barang bukti berupa kepala dan potongan daging yang ditinggalkan akhirnya dievakuasi ke Kantor Sadengan," lanjut Sucipto.

Kasus pembantaian satwa langka ini kini ditangani pihak kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo, Aipda Andik Swanson, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari kepolisian dan TNAP telah menggelar olah tempat kejadian perkara di kawasan Sadengan.

"Laporan resmi sudah kami terima. Kami bersama tim TNAP langsung menyisir lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk," tegas Aipda Andik.

Hingga berita ini dimuat, aparat penegak hukum masih mendalami identitas pemburu bersenjata api tersebut. Penyelidikan berfokus pada penelusuran akses keluar-masuk kawasan konservasi serta motif di balik perburuan ilegal satwa dilindungi ini.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK