Jelajahi BDT NEWS

Apa itu reboot, remake, sequel dan spin-off? Ini bedanya

Istilah reboot, remake, sequel dan spin-off kerap muncul ketika sebuah film atau serial kembali hadir dengan cerita ...

antaranews.com (Sumber) via Republika Hiburan • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 2 minggu yang lalu
3 menit baca 0

Apa Itu Reboot, Remake, Sequel, dan Spin-off? Ini Bedanya

Jakarta - Istilah reboot, remake, sequel, dan spin-off kerap muncul ketika sebuah film atau serial kembali hadir dengan cerita yang berkaitan dengan karya sebelumnya. Meski sama-sama berhubungan dengan waralaba yang telah dikenal, keempat istilah tersebut memiliki arti dan konsep berbeda.

Perbedaan itu terutama terletak pada hubungan cerita baru dengan karya sebelumnya. Ada karya yang melanjutkan cerita, membuat ulang kisah lama, memulai kembali sebuah waralaba, atau membawa karakter tertentu ke dalam cerita yang berdiri sendiri.

Apa itu sequel?

Sequel atau sekuel merupakan karya yang melanjutkan cerita dari film atau serial sebelumnya. Ceritanya biasanya berlangsung setelah peristiwa dalam karya terdahulu dan dapat kembali menghadirkan karakter yang telah dikenal.

Contohnya adalah Avengers: Endgame yang melanjutkan kisah dari Avengers: Infinity War. Contoh lainnya adalah Frozen II yang meneruskan cerita dari Frozen.

Dengan demikian, ciri utama sequel adalah adanya kelanjutan cerita dari karya sebelumnya, baik melalui karakter, konflik, maupun dunia cerita yang sama.

Apa itu spin-off?

Spin-off merupakan karya yang mengambil karakter, dunia, atau unsur tertentu dari karya utama untuk kemudian dikembangkan menjadi cerita tersendiri.

Cerita spin-off tidak harus berfokus pada tokoh utama dari karya sebelumnya. Salah satu contohnya adalah Hobbs & Shaw yang mengambil karakter Luke Hobbs dan Deckard Shaw dari waralaba Fast & Furious untuk menjadi pusat cerita baru.

Konsep serupa juga dapat ditemukan pada Fantastic Beasts and Where to Find Them, yang masih berada dalam dunia Harry Potter, tetapi menghadirkan karakter dan kisah yang berbeda.

Apa itu remake?

Remake berarti membuat kembali sebuah film atau karya yang sebelumnya telah diproduksi. Cerita dasarnya biasanya masih merujuk pada karya asli, tetapi pembuat dapat melakukan penyesuaian pada visual, pemeran, latar, maupun cara penyampaian cerita.

Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah The Lion King versi 2019 yang dibuat berdasarkan film animasi The Lion King keluaran 1994.

Di Indonesia, Miracle in Cell No. 7 juga menjadi contoh remake karena dibuat berdasarkan film Korea Selatan dengan judul yang sama yang dirilis pada 2013.

Apa itu reboot?

Reboot memiliki konsep berbeda dari remake. Reboot biasanya menghidupkan kembali sebuah waralaba dengan pendekatan baru, sementara elemen dasar atau premis dari karya sebelumnya masih dapat dipertahankan.

Dalam reboot, cerita dapat dimulai kembali dengan pemeran, latar, karakter, atau pendekatan cerita yang berbeda. Tujuannya dapat berupa memperkenalkan kembali sebuah waralaba kepada penonton baru sekaligus memberikan arah baru terhadap ceritanya.

The Amazing Spider-Man dan Batman Begins merupakan contoh yang kerap digunakan untuk menjelaskan konsep reboot karena keduanya memperkenalkan kembali karakter utama dengan pendekatan yang berbeda dari film sebelumnya.

Istilah reboot sendiri dalam praktik industri hiburan terkadang digunakan secara cukup luas. Beberapa karya bahkan memiliki unsur kelanjutan sekaligus pendekatan baru sehingga batas antara reboot, sequel, dan istilah lainnya tidak selalu sepenuhnya tegas.

Lantas, apa perbedaannya?

Secara sederhana, sequel adalah kelanjutan cerita, sedangkan spin-off adalah cerita baru yang berfokus pada karakter atau bagian tertentu dari karya utama.

Remake merupakan pembuatan ulang karya yang sudah ada, sementara reboot adalah memulai kembali sebuah waralaba dengan pendekatan baru.

Karena industri film dan serial terus mengembangkan waralaba lama dengan berbagai pendekatan, sebuah karya terkadang dapat memiliki lebih dari satu karakteristik. Karena itu, penyebutan istilah tersebut perlu melihat hubungan cerita dan bagaimana karya baru itu dibuat, bukan hanya berdasarkan judul atau materi promosinya.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK