Jelajahi BDT NEWS

Wamendagri Bima Arya Dorong Humas Pemerintah Lebih Dekat dengan Rakyat

Bima menjelaskan bahwa komunikasi publik perlu didasarkan pada pemahaman terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 News • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya,

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya peran hubungan masyarakat (humas) dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan masyarakat. Insan humas berkedudukan menyampaikan info terkait arah kebijakan, tujuan program, dan kegunaan pembangunan supaya dapat dipahami secara luas oleh publik.

"Tantangan terbesar hari ini ialah bagaimana government related dengan society. Itu kuncinya. Bagaimana kita semua selalu connected dengan realita yang ada di masyarakat," ujar Bima saat menjadi pembicara dalam Konvensi Humas Indonesia Surakarta 2026 di Sumaryo Grand Ballroom, The Sunan Hotel Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Selain itu, Bima mendorong penguatan narasi kebangsaan melalui kisah inspiratif dan keteladanan para tokoh bangsa dari berbagai daerah. Narasi tersebut dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat identitas nasional dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Bima juga menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi krusial dalam kehumasan. Kepercayaan tersebut dibangun melalui konsistensi nilai, keteladanan, serta keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Karena itu, komunikasi pemerintah perlu didukung oleh tindakan nyata supaya pesan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat.

Menurut Bima, pemahaman terhadap masyarakat dapat dibangun melalui komunikasi dua arah, baik melalui media digital maupun korelasi langsung. Hal ini krusial untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

"Trust ialah konsistensi. Trust ialah value. Trust ialah artikulasi. Trust ialah leading by example," tegas Bima.

"Bagaimana caranya? Dialog, komunikasi, silaturahmi, networking, jejaring, dan lain-lain. Karena bumi ini tidak hanya selebar layar gadget kita," kata Bima.

"Itulah narasi kebangsaan yang kita hidupkan. Bukan hanya retorika semata, tapi inspirasi yang tidak pernah henti," pungkasnya.

Dalam konvensi yang mengusung tema 'Humas sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia' tersebut, Bima menjelaskan bahwa komunikasi publik perlu didasarkan pada pemahaman terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, info terkait kebijakan dan program pemerintah dapat disampaikan secara relevan sesuai dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.

Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK