Jelajahi BDT NEWS

Trump Tangguhkan Sanksi Ekonomi terhadap Rusia, Ini Alasannya

Presiden AS Donald Trump menangguhkan sejumlah sanksi termasuk pembatasan dan bea Rusia.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
4 menit baca 0

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya,

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menunda penerapan paketsanksi baru yang luas terhadap ekonomi Rusia. Kepada Kongres, dia menuturkan, penundaan undang-undang yang telah disahkan oleh kedua majelis itu dilakukan demi kepentingan nasional.

Trump Salahkan Serangan Ukraina ke Kilang Rusia

Trump mengejutkan Zelenskyy akhir pekan lampau dengan mengumumkan Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak menargetkan akomodasi energi satu sama lain.

Trump menandatangani undang-undang tersebut bulan lalu, setelah Kongres meloloskannya melalui kesepakatan bipartisan yang jarang terjadi. Undang-undang ini bertujuan untuk mempercepat upaya memutus aliran sumber daya keuangan yang mendanai perang Rusia melawan Ukraina.

Pengumuman Muncul Sepekan Usai AS Sepakat Beli Solar

Pengumuman Jumat ini muncul sepekan setelah Trump menyatakan, AS telah sepakat untuk membeli solar  dari Rusia guna menekan harga energi global. Langkah ini membalikkan kebijakan tekanan yang selama bertahun-tahun diterapkan oleh AS dan negara-negara Barat terhadap Kremlin supaya mengakhiri perang melawan Ukraina.

Serangan terhadap pembangkit listrik mencerminkan strategi Rusia untuk membuat kota-kota di Ukraina tidak layak huni.

Pekan lalu, Trump mengungkapkan, Rusia akan segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton diesel, diikuti oleh 500.000 ton tambahan pada bulan November, dan 1 juta ton lagi “segera setelahnya”.

Meski demikian, dia mengakui keputusan mengenai bagaimana undang-undang itu diimplementasikan sepenuhnya berada di tangan Trump. “Hal ini memberikan perangkat yang dapat digunakan oleh presiden jika dia memilih untuk melakukannya guna mengakhiri perang melalui sanksi ekonomi,” ujar Graham dalam debat di Columbia.

Langkah ini diambil di tengah kritik terbuka yang dia lontarkan terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy termasuk pernyataan Ukraina membutuhkan pemimpin baru.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita BeritaDuniaTerbaru.com

Pemerintahan Trump diduga menahan informasi intelijen dari Ukraina mengenai serangan rudal balistik Rusia yang akan datang, serta membatasi Starshield jenis militer dari jaringan internet satelit Starlink untuk mencegah penggunaannya pada pesawat nirawak (drone) yang terbang dengan kecepatan lebih dari 100 mil per jam (161 km/jam). Namun, kedua dugaan ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK