Riyadh - Bandara Internasional King Khalid telah ditutup sejak Minggu (10/10/2026). Menjelang jadwal pembukaan yang dijadwalkan pada Minggu (18/10/2026), para ahli masih bersikap pesimistis terhadap kemungkinan bandara kembali beroperasi.
Penutupan bandara tersebut turut mengganggu koneksi penerbangan di seluruh Arab Saudi. Hingga Minggu (18/10/2026), belum ada pengumuman resmi yang mengonfirmasi pembukaan kembali.
"Pemberitahuan kepada penerbang (Notam) dapat diperpanjang dengan cukup mudah," kata Andrew Charlton, direktur pelaksana konsultan Swiss Aviation Advocacy, kepada media AGBI.
Charlton menjelaskan, meskipun Notam memiliki tanggal kedaluwarsa saat dikeluarkan, bukan berarti bandara akan langsung beroperasi di tanggal yang disebutkan. Kemungkinan besar bandara tetap ditutup akibat serangan Houthi yang terus berlangsung terhadap bandara sipil di seluruh negeri.
"Keselamatan adalah yang utama," tegas Charlton.
Mengutip situs FlightRadar24, dari pagi hingga siang Minggu (18/10/2026), mayoritas penerbangan di Bandara Riyadh masih berstatus dibatalkan.
Sementara itu, pembatalan penerbangan di seluruh Arab Saudi terus mengalami gangguan. Lebih dari 4.000 keberangkatan terjadwal dari bandara-bandara Saudi dibatalkan atau tidak beroperasi antara 8 hingga 15 Oktober. Maskapai penerbangan termasuk Etihad Airways, flydubai, Air India, dan IndiGo telah memperpanjang pembatalan pada rute-rute yang terdampak, sebagaimana dilaporkan oleh Gulf Business.
Menurut data perusahaan analisis penerbangan Cirium, sekitar 46 persen dari 8.883 keberangkatan terjadwal di seluruh Arab Saudi antara 8 hingga 15 Oktober dibatalkan atau dinyatakan tidak beroperasi. Angka terkini juga menunjukkan 552 dari 1.178 keberangkatan terjadwal pada 15 Oktober terdampak, atau setara 46,9 persen layanan.
Riyadh tetap menjadi bandara utama yang paling terdampak. Pada 15 Oktober, 298 dari 366 keberangkatan terjadwal dibatalkan atau tidak beroperasi, atau sebesar 81,4 persen layanan.
Bandara-bandara utama lainnya juga mengalami gangguan signifikan. Bandara Dammam mencatatkan 60 pembatalan dari 131 keberangkatan terjadwal pada 15 Oktober, sedangkan Jeddah mengalami 87 dari 385 keberangkatan yang terdampak.
(bnl/ddn)