BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — Juanjo Brau, fisioterapis yang menghabiskan 25 tahun bersama Barcelona, mengungkapkan rahasia di balik kebugaran Lionel Messi yang tetap terjaga hingga usia 39 tahun. Diketahui, Messi lebih memilih berjalan di atas lapangan dibandingkan berlari kencang dalam setiap momen.
Brau menceritakan momen menarik saat Barcelona menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions pada 2013. Saat itu, Messi merasakan ketidaknyamanan yang cukup serius di bagian kakinya dan meminta saran dari sang fisioterapis.
"Ada satu cerita menarik dari laga Liga Champions melawan PSG. Saat itu, dia merasa sangat tidak nyaman dan meminta pendapat saya karena dia ingin membantu tim," tutur Brau dalam sebuah program di Cadena SER.
Brau kemudian memberikan saran sederhana namun penting kepada Messi. "Saya menyarankan kepada Leo untuk hanya berlari pada momen-momen yang tepat, tidak perlu berlari di setiap kesempatan," jelas Brau.
Saran tersebut tampaknya membuahkan hasil. Messi memang memiliki kecepatan lari yang tinggi, namun kemampuan itu sengaja disimpan untuk momen-momen krusial tertentu. Pendekatan ini dipercaya menjadi salah satu kunci mengapa Messi jarang mengalami cedera serius sepanjang kariernya.
Kini, Brau memberikan saran serupa kepada Barcelona untuk Lamine Yamal, youngster yang menjadi salah satu bakat paling menjanjikan di skuad Blaugrana saat ini. Brau menilai permainan fisik dengan intensitas tinggi tanpa jeda bisa menjadi bom waktu yang berujung pada cedera di kemudian hari.
"Lamine mirip dengan Leo. Mereka adalah pemain yang sangat menentukan dan memiliki kemampuan kognitif tinggi, sehingga mereka selalu sangat fokus pada setiap situasi di lapangan," terang Brau.
Brau menekankan bahwa performa seorang pemain tidak bisa diukur hanya dari jarak tempuh lari semata. "Sepak bola tidak bisa diukur dalam hitungan kilometer, karena tindakan yang paling krusial justru adalah aksi berintensitas tinggi, dan pemain tipe seperti ini sangat bergantung pada sprint. Anda tidak mungkin bisa terus-menerus melakukan itu selama 90 menit," papar Brau.
Menurut Brau, pemain harus mampu menjaga kondisi fisiknya sendiri, sementara tim pelatih punya tanggung jawab untuk mengatur waktu bermain secara bijak. "Pemain harus bugar agar bisa meraih kemenangan," tegas Brau.