Jelajahi BDT NEWS

Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Turun gegara Antrean BBM

Kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih, Bali, turun 30% akibat antrean panjang di SPBU. Pengelola berharap masalah BBM segera teratasi demi pariwisata.

travel.detik.com (Sumber) via Detik Travel • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 56 menit yang lalu
2 menit baca 0

Denpasar — Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Bali, tercatat turun drastis hingga 30 persen dalam beberapa hari terakhir. Penurunan tersebut mulai terlihat setelah antrean kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan setempat.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna alias John, mengatakan penurunan kunjungan mulai terasa sejak 11 Oktober 2026. Ia mencatat angka tersebut merupakan gabungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.

"Penurunannya mencapai 30 persen. Tanda-tanda penurunan kunjungan mulai terlihat sejak adanya antrean di SPBU,"ujar John saat ditemui, Sabtu (17/10/2026).

Data pengelola menunjukkan jumlah wisatawan yang datang ke Jatiluwih pada 11 Oktober masih mencapai 1.130 orang. Namun, angka tersebut langsung turun menjadi 695 orang pada 12 Oktober dan kembali merosot menjadi 529 orang pada 13 Oktober.

Kunjungan sempat kembali naik menjadi 751 orang pada 14 Oktober. Sehari kemudian, jumlahnya turun menjadi 562 orang sebelum naik tipis menjadi 730 orang pada 16 Oktober.

John menjelaskan kondisi kelangkaan bahan bakar minyak dan antrean panjang di SPBU diduga ikut mempengaruhi kunjungan karena sebagian besar wisatawan menuju Jatiluwih menggunakan kendaraan roda empat.

Situasi tersebut membuat mobilitas menuju kawasan wisata menjadi kurang lancar. Jika kondisi berlanjut, pengelola khawatir aktivitas pariwisata di Jatiluwih ikut terdampak lebih jauh.

Karena itu, pengelola berharap persoalan pasokan bahan bakar segera teratasi sehingga antrean kendaraan berkurang dan lalu lintas kembali normal.

"Kami berharap kelangkaan BBM ini bisa segera teratasi, lalu lintas kembali normal, dan aktivitas pariwisata juga kembali normal," kata John.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK