Jelajahi BDT NEWS

Drone Houthi Mengintai, Warga Riyadh Dapat Peringatan Bahaya

Penduduk di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menerima peringatan "ancaman udara berbahaya" dan meminta warganya menjauhi jendela serta pintu pada Minggu (18/10).

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Internasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com -- Penduduk Riyadh, ibu kota Arab Saudi, menerima peringatan bakal ancaman udara yang berbahaya melalui pesan di ponsel mereka pada Minggu (18/10) dini hari. Warga diminta menjauhi jendela serta pintu sebagai langkah mitigasi dampak potensial.

Mengutip laporan AFP, peringatan berstatus siaga satu itu sempat memicu kepanikan singkat di tengah keheningan malam. Beberapa menit kemudian, pihak berwenang mencabut status alerta tersebut.

Alarm darurat yang muncul di layar ponsel menjadi sinyal kuat bahwa eskalasi serangan drone dan rudal dari kelompok Houthi di Yaman kini mengincar pusat pemerintahan dan pemukiman warga sipil Kerajaan Arab Saudi.

Ancaman udara yang berulang ini berdampak luas pada mobilitas publik sekaligus memicu kekhawatiran di kancah internasional. Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengumumkan perpanjangan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi siswa di wilayah Riyadh dan Diriyah sebagai langkah antisipatif.

Sejumlah kedutaan besar negara asing turut mengeluarkan imbauan keselamatan, memperingatkan warganya agar menghindari penggunaan fasilitas bandara di Arab Saudi hingga situasi membaik.

Kondisi keamanan yang semakin memanas mendorong Mesir, sebagai negara sekutu dalam koalisi, mempertimbangkan pemberian bantuan militer secara penuh untuk membentengi Arab Saudi. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menegaskan kesiapan Kairo mengambil tindakan apabila diminta secara resmi oleh pemimpin di Riyadh.

"Saya tidak berbicara tentang berperang melawan siapa pun atau menyerang siapa pun. Kami hanya berbicara tentang pertahanan," kata Sisi. Ia menambahkan bahwa sangat "tidak terbayangkan" bagi Mesir untuk hanya berdiam diri melihat Kerajaan Arab Saudi "dirugikan atau keamanan serta stabilitasnya terancam."

Eskalasi konflik terus meningkat seiring aksi saling balas antara kedua belah pihak. Militer Arab Saudi melaporkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan empat drone dalam beberapa jam terakhir yang mengarah ke wilayah Riyadh, Provinsi Timur, serta wilayah Selatan Kerajaan.

Di sisi lain, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim koalisi yang dipimpin Saudi telah membombardir wilayah mereka dengan 53 serangan udara dalam kurun 24 jam terakhir, menyebabkan "banyak korban jiwa dan luka."

(fln/end)

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK