Jelajahi BDT NEWS

Dampak Mengerikan Keseringan Begadang, Mekanisme 'Pembersihan' Otak Terganggu!

Sering begadang tidak cuma bikin tubuh terasa kurang berenergi. Menurut dokter saraf, kurang tidur juga bikin otak gagal memproses mekanisme 'bersih-bersih'.

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
3 menit baca 0

Sumber terpercaya kami menyebutkan,

Jakarta -

Di tengah tuntutan pekerjaan dan gaya hidup perkotaan yang sibuk, memangkas waktu tidur malam demi menyelesaikan tugas atau sekadar mencari hiburan kerap dianggap perihal biasa.

Jika siklus tidur malam siang sering kali terpotong atau terganggu, proses pembersihan alami ini tidak dapat melangkah secara optimal.

Dendam Tidur Sepekan

Gara-gara kurang tidur karena sibuk kerja sepanjang pekan, banyak orang terpikir untuk menebusnya di akhir pekan. Dilihat dari durasi mungkin impas, tapi apa iya tidur seharian betul-betul berkualitas?

"Oke, jadi tidur malam itu sangat penting, karena pada saat tidur itu justru proses yang paling buat kotak untuk di-clean. Saat kita tidur malamnya itu terganggu, 1-2 kali tidur malam itu terganggu tidak masalah," ujar dr Niken kepada BeritaDuniaTerbaru.com, Kamis (8/10/2026).

"Jadi itu akan menyebabkan jangka panjang efeknya sangat banyak. Kurang konsentrasi, mood terganggu, emosi terganggu, terus bisa berkontribusi terhadap penyakit-penyakit jangka panjang, seperti penyakit metabolik, hipertensi, darah tinggi, dan berasosiasi dengan peningkatan berat badan, karena hormon stresnya meningkat," katanya.

Secara akumulatif, kondisi ini meningkatkan akibat timbulnya bermacam-macam penyakit degeneratif serta memicu kenaikan berat badan yang tak disadari.

Tidur malam bukanlah sekadar waktu untuk mengistirahatkan wujud yang lelah, melainkan periode paling vital bagi organ otak untuk melakukan proses pembersihan racun serta sisa-sisa metabolisme.

"Tapi kalau jika berkepanjangan dan jangka panjang, itu berarti mungkin kita merasa kita beradaptasi. Tapi sebenarnya yang beradaptasi itu hanya kebiasaan kita, tapi tubuh kita itu tidak beradaptasi sebenarnya," tambahnya.

Simak Video ""
[Gambas:Video 20detik](aur/up)

Mengembalikan Disiplin Tidur Malam

Mengingat organ tubuh tidak pernah betul-betul bisa beradaptasi dengan defisit tidur, mengandalkan hari libur untuk mengganti waktu tidur yang lenyap di hari kerja bukanlah solusi medis yang efektif.

Banyak orang merasa tubuhnya sudah "terbiasa" dengan pola tidur 4-5 jam sehari atau kebiasaan begadang yang berulang. Namun, dari perspektif pandang medis neurologi, tubuh manusia sebenarnya tidak pernah betul-betul beradaptasi dengan kondisi kurang tidur kronis.

Menjaga konsistensi jadwal tidur malam, membatasi paparan kafein serta gawai sebelum tidur, dan menciptakan suasana bilik yang tenang menjadi investasi krusial agar otak dapat menjalankan fungsinya secara utuh demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Lebih dari itu, kebiasaan ini juga merusak fungsi metabolisme tubuh dan memicu lonjakan hormon stres (kortisol).

8 Konten

Momen Vital Pembersihan Otak pada Malam Hari

Dokter saraf dari Brain Wellness & Sleep Center Seraphim Medical Center, dr Oktaviana Niken, P, SpN menjelaskan, saat manusia terlelap pada malam hari, otak secara otomatis menjalankan mekanisme pembersihan sel-sel saraf.

Dampak bagi Metabolisme dan Otak

Kegagalan proses pembersihan otak dampak kurang tidur jangka panjang tidak hanya berdampak pada fungsi kognitif harian seperti penurunan konsentrasi dan gangguan suasana hati (mood).

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK