Jelajahi BDT NEWS

BI Dorong Transaksi Pakai Mata Uang Lokal di Pertemuan IMF-Bank Dunia

Bank Indonesia mendorong perluasan penggunaan mata mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dalam perdagangan dan investasi.

finance.detik.com (Sumber) via Detik Finance • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
3 menit baca 0

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya,

Jakarta -

Selain itu, Bank Indonesia juga mendukung peta jalan G20 untuk pembayaran lintas negara supaya transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses.

Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Indonesia mendorong pembayaran QR lintas negara dan transaksi mata uang lokal untuk meningkatkan efisiensi pembayaran, mendukung perdagangan, dan memperluas inklusi keuangan.

Pembahasan bersambung dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menyoroti penguatan kerja sama internasional untuk membangun sektor keuangan yang inovatif dan berdaya tahan.

(acd/acd)

Dalam kesempatan itu juga, Destry mendorong penguatan ketahanan ekonomi juga membutuhkan sistem keuangan digital yang inovatif dan terpercaya.

Ke depan, Bank Indonesia berbareng Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan otoritas bumi untuk berbareng menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam rangkaian Pertemuan Tahunan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-World Bank). Pertemuan ini mencakup pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 (FMCBG), yang melangkah pada 12-18 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand.

Kerja sama internasional juga diperlukan untuk mengatasi ketidakseimbangan global, mengelola kerentanan utang, dan menjaga kelancaran perdagangan. Selain itu, IMF menekankan penguatan jaring pengaman keuangan global, penyediaan pembiayaan sesuai kebutuhan negara anggota, serta reformasi kuota dan tata kelola IMF.

Sejalan dengan prioritas Presidensi G20 Amerika Serikat, pembahasan mencakup peningkatan efektivitas ketentuan dan pengawasan, penyederhanaan regulasi, serta pemanfaatan penemuan dan teknologi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Pertemuan ini juga menandai serah terima Presidensi G20 Finance Track dari Amerika Serikat kepada Inggris.

Bank Indonesia mendorong perluasan penggunaan mata mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dalam perdagangan dan investasi. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan ekonomi area di tengah ketidakpastian bumi sekaligus mengurangi ketergantungan uang negara ketiga.

Di dalam negeri, Bank Indonesia juga memperluas manfaat digitalisasi keuangan melalui penggunaan QRIS oleh generasi muda dan UMKM untuk membangun rekam jejak transaksi digital dan meningkatkan akses ke pembiayaan formal.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dalam pertemuan IMF-World Bank menyepakati Agenda Kebijakan Global (Global Policy Agenda) untuk memperkuat ketahanan ekonomi dunia. Agenda ini mencakup pemeliharaan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, perbaikan suasana usaha dan modernisasi pasar tenaga kerja untuk mendukung pertumbuhan sektor swasta, serta pemanfaatan AI dan digitalisasi yang didukung investasi pada prasarana digital dan daya berkelanjutan.

"Kami mendukung peta jalan G20 untuk pembayaran lintas negara supaya transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses. Perbaikan ini akan memberi manfaat bagi bumi usaha, memfasilitasi perdagangan internasional, serta mendorong inklusi keuangan," tutur Destry dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Nantikan update terbaru dari tim kami.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK